Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang Resmi Beroperasi, Tampung 225 Siswa MBR

Foto: Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang Resmi Beroperasi berlokasi di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang,pada Jumat 31 juli 2026.(LP3tv/Sholeh).

REMBANG, Lp3tv. com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah resmi dimulai. Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang yang berlokasi di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, resmi beroperasi pada Jumat (31/7/2026).

Peluncuran perdana ini ditandai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 225 siswa dari kategori desil 1 dan desil 2 (masyarakat kurang mampu).

Fasilitas Modern Berstandar Internasional
Sekolah berasrama yang dibangun dengan dukungan anggaran pemerintah pusat mencapai Rp200 miliar ini dirancang untuk mencetak generasi unggul lewat fasilitas pembelajaran dan olahraga modern.



Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang, Wahyu Tri Setio Budi, menjelaskan bahwa berbagai sarana pendukung siap menunjang potensi akademik dan nonakademik siswa, di antaranya.

Fasilitas Olahraga: Lapangan mini soccer berstandar FIFA, serta lapangan basket dan bola voli berstandar internasional.

Fasilitas Akademik & Keagamaan: Laboratorium modern, masjid, serta tempat ibadah inklusif bagi peserta didik nonmuslim.

“Para siswa sangat antusias di hari pertama mereka. Rangkaian MPLS kita mulai dengan kegiatan kebersamaan, seperti sarapan bersama di kantin sekolah untuk membangun karakter keakraban,” ujar Wahyu.



Terkait progres fisik, Wahyu memaparkan bahwa pembangunan asrama jenjang SMP dan SMA saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing). Untuk sementara waktu, seluruh siswa menempati gedung asrama SD yang kapasitasnya dipastikan sangat mencukupi dan layak.

Menjawab kekhawatiran terkait kebutuhan dasar, masalah pasokan air bersih yang sempat menjadi kendala kini telah teratasi berkat penanganan cepat Pemkab Rembang dan pasokan dari PDAM. Ke depan, ketersediaan air dipastikan kian optimal seiring beroperasinya Embung Kaliombo.

Meski menerapkan sistem berasrama, pihak sekolah tetap memprioritaskan keterikatan emosional antara anak dan orang tua.

“Orang tua diberikan akses untuk menjenguk putra-putrinya setiap hari Sabtu dan Minggu. Langkah ini penting agar kedekatan dan kehangatan keluarga tetap terjaga selama anak menempuh pendidikan,” tambah Wahyu.

Hadir mewakili Bupati Rembang Harno, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Rembang sekaligus Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat, Teguh Gunawarman, optimistis para siswa mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru.

Teguh merincikan komposisi peserta didik pada tahun ajaran perdana ini meliputi:
10 siswa SD (meningkat dari kuota awal 5 anak, meski masih di bawah target 90 siswa akibat fase penyesuaian orang tua terhadap konsep asrama anak usia dini).

95 siswa SMP asal Kabupaten Rembang.
90 siswa SMA asal Kabupaten Rembang.
30 siswa SMA titipan dari Kabupaten Blora, yang ditampung sementara karena wilayah setempat belum memiliki fasilitas Sekolah Rakyat mandiri.

“Dukungan serta kepercayaan penuh dari orang tua adalah kunci utama keberhasilan program ini. Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya menghadirkan pendidikan gratis, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda di masa depan,” pungkas Teguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *