Dinkes Rembang Sidak Dapur SPPG dan Uji Sampel Makanan Terkait Dugaan Keracunan Massal di SMPN 5

Dinkes Rembang Sidak Dapur SPPG Mondoteko 3 Rembang. (Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang bergerak cepat melakukan investigasi mendalam terkait dugaan insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa dan guru di SMPN 5 Rembang.

Tim petugas Dinkes secara langsung mendatangi dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Mondoteko 3 Rembang, Rabu (5/8/2026).



Langkah penelusuran ini berfokus pada evaluasi menyeluruh terhadap rantai produksi pasokan makanan, mulai dari pemeriksaan kualitas bahan baku mentah hingga pengawasan terhadap prosedur pemrosesan hidangan.

Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga Dinkes Rembang, Al Furqon, menyatakan bahwa peninjauan lapangan dilakukan guna memastikan pemenuhan standar higienitas di setiap tahapan pengolahan.



“Hari ini tugas kami melihat secara keseluruhan, mulai dari bahan sampai proses, kemudian bagaimana itu kita lihat semua,” ujar Al Furqon.

Pemeriksaan Laboratorium Sampel Makanan
Dalam giat operasional tersebut, tim teknis Dinkes Rembang mengamankan berbagai jenis sampel yang diidentifikasi memiliki keterkaitan langsung dengan hidangan pada hari kejadian.



Sampel yang disita mencakup pasokan air minum serta sisa porsi menu makanan—terdiri dari telur balado, oseng tempe, lalapan, buah semangka, dan susu. Sejumlah bahan baku yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kontaminasi bakteri turut dicatat secara mendetail oleh petugas.

Kendati demikian, pihak Dinkes mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menekankan bahwa penetapan pemicu utama insiden masih harus menunggu hasil uji klinis laboratorium.



“Hasilnya karena ada beberapa sampel yang harus diperiksakan di Semarang, jadi antara satu sampai dua mingguan baru keluar,” jelas Al Furqon terkait estimasi waktu pengujian sampel di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.

Dari hasil pengawasan di fasilitas dapur SPPG Mondoteko 3, Dinkes Rembang mengantongi sejumlah poin evaluasi kritis. Catatan mendasar yang disoroti meliputi tingkat kedisiplinan para relawan dapur serta metode penyimpanan bahan pangan yang dinilai belum optimal.

“Tingkat kedisiplinan para relawan perlu ditingkatkan ya, dan juga cara penyimpanan bahan juga masih harus ditingkatkan lagi supaya lebih aman,” tegasnya.



Atas temuan tersebut, Dinkes mendesak pihak pengelola SPPG untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Seluruh relawan diwajibkan menerapkan protokol sanitasi ketat, seperti prosedur cuci tangan yang benar dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) komplit mencakup masker serta penutup kepala. Selain itu, akses masuk area dapur wajib dibatasi guna menekan risiko kontaminasi silang dari luar.

“Saya sudah memberikan saran ke SPPG-nya untuk selalu mengingatkan para relawan melakukan SOP yang sudah diharapkan. Jadi tamu luar dilarang masuk tanpa baju pelindung khusus demi menjaga higienitas makanan,” pungkas Al Furqon.


Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Rembang, Aprilia Qoulan Syakila, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah korektif maupun evaluasi internal yang akan diambil pihak pengelola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *