Pemakaian Kebaya dan Batik Hiasi Semarak Hari Kartini di Rembang

Foto: Anak didik TK Pertiwi Desa Maguan saat memakai Kebaya peringati hari Kartini. (Lp3tv/Admin)

REMBANG,Lp3tv.com – Suasana berbeda tampak di sepanjang jalan protokol hingga pelosok desa di Kabupaten Rembang pada Selasa (21/4/2026). Peringatan Hari Kartini tahun ini berlangsung meriah, menyentuh seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga instansi pemerintahan.

Sejak pagi hari, keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi di berbagai sekolah. Mulai dari tingkat TK hingga Sekolah Menengah Umum (SMU), para siswa tampak anggun dan gagah mengenakan pakaian adat.



Tidak hanya di lingkungan sekolah, perkantoran dan instansi pemerintahan di Kabupaten Rembang juga mewajibkan pegawainya mengenakan busana tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Di sudut barat Kabupaten Rembang, tepatnya di Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, atmosfer peringatan terasa begitu kental.

Anak-anak TK dan pelajar sekolah lainnya nampak berbaris rapi dengan balutan batik dan kebaya. Meski di bawah terik matahari, semangat mereka mengikuti rangkaian acara seperti karnaval mini dan lomba-lomba edukasi tidak luntur sedikitpun.



Selain kemeriahan kostum, momen 21 April 2026 ini juga ditandai dengan peningkatan drastis jumlah pengunjung di kompleks Makam RA Kartini yang terletak di Desa Bulu.

Peziarah datang tidak hanya dari wilayah lokal Rembang, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kota. Mereka datang untuk mendoakan serta mengenang jasa sang pahlawan emansipasi yang telah membuka jalan bagi pendidikan perempuan di Indonesia.

Peringatan Hari Kartini bukan sekadar tentang peragaan busana, melainkan tentang meresapi makna perjuangan dalam keluarga.

Karmini, salah seorang ibu dari Desa Maguan yang mendampingi anaknya bersekolah, memberikan pesan mendalam mengenai peran perempuan masa kini.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Di tangan ibulah, nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan Kartini diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Karmini.

Ia juga menekankan bahwa filosofi Habis Gelap Terbitlah Terang harus dimulai dari kasih sayang seorang ibu di dalam rumah.

Menurutnya, pelukan ibu adalah cahaya yang selalu mampu mengusir kegelapan dan keraguan bagi seorang anak yang sedang tumbuh dewasa.

“Kasih ibu adalah bentuk emansipasi yang paling murni; memberi tanpa mengharap kembali, mendidik tanpa lelah agar dunia anak-anaknya menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kartini di Rembang tahun 2026 ini menjadi momentum pengingat bahwa semangat perjuangan perempuan harus terus menyala, dimulai dari pendidikan di sekolah hingga ketulusan pendidikan di dalam keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *