Daerah  

Pemkab Rembang Targetkan Pembangunan Tugu Identitas Daerah Rp2 Miliar Dimulai Tahun 2026

Foto: Tugu Rembang sebelah barat (Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menargetkan pembentukan landmark baru berupa tugu identitas daerah mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Monumen ini dirancang sebagai penanda batas wilayah di pintu masuk Kabupaten Rembang dari arah barat sekaligus memperkuat citra daerah bagi pengguna Jalur Pantura.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengungkapkan bahwa tugu identitas tersebut akan dibangun di tepi Jalur Pantura Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori—tepatnya di sisi timur SPBU Kaliori. Lokasi ini ditetapkan setelah melalui serangkaian kajian teknis dengan memprioritaskan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.

Rencana awal yang sempat diarahkan di kawasan perbatasan langsung Rembang–Pati batal direalisasikan akibat keterbatasan lahan dan potensi gangguan keteraturan arus jalan nasional.

“Semula ada pertimbangan di area perbatasan, namun lahannya dinilai terlalu sempit dan berpotensi mengganggu arus kendaraan. Atas pertimbangan teknis dan keselamatan pengguna jalan, lokasi dialihkan ke Desa Mojowarno,” terang Maryosa, Kamis (30/7/2026).

Alokasi Anggaran dan Konsep Arsitektur
Guna merealisasikan proyek strategis ini, Pemkab Rembang menyiapkan alokasi anggaran mendekati Rp2 miliar. Pendanaan tersebut bersumber dari skema kolaborasi antara program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Gresik dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang.

“Alokasi fisik konstruksi mencapai Rp1,8 miliar, sehingga akumulasi total anggaran diperkirakan mendekati Rp2 miliar,” jelas Maryosa.

Berbeda dari arsitektur gapura konvensional yang melintang di atas badan jalan, tugu identitas ini dirancang terpisah di sisi utara dan selatan jalan. Konsep berdiri bebas (freestanding) ini dipilih untuk menjamin keselamatan penerbangan udara maupun arus kendaraan berdimensi tinggi di jalur nasional.

Secara visual, tugu tersebut akan memuat narasi kearifan lokal melalui beberapa elemen utama.
Inskripsi Teks: Tulisan “Rembang” dan “Bangkit”.
Ikon Utama: Simbol jangkar berukuran besar sebagai representasi karakter kebaharian dan maritim Kabupaten Rembang.
Ornamen Pendukung: Ragam hias khas daerah yang merefleksikan potensi unggulan, budaya, serta identitas masyarakat lokal.

Perizinan Kementerian PU dan Tahapan Lelang
Maryosa menambahkan, penyerapan anggaran dan pelaksanaan fisik sempat tertunda karena wajib mengantongi izin pemanfaatan ruang dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.

“Seluruh perizinan dari pemerintah pusat saat ini telah resmi diterbitkan. Proses administrasi perizinan jalan nasional memang memerlukan tahapan verifikasi yang ketat,” tegasnya.

Saat ini, DPUTARU Kabupaten Rembang sedang menyelesaikan penyusunan dokumen lelang sebelum ditayangkan pada sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Apabila seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai jadwal, pemenang tender ditargetkan ditetapkan pada Agustus 2026, sehingga pengerjaan konstruksi dapat segera dimulai.

Hadirnya tugu identitas ini diharapkan mampu mempertegas estetika wilayah, memperkuat kebanggaan masyarakat, serta menyambut para pengguna jalan maupun wisatawan yang memasuki Kabupaten Rembang dari arah barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *