Foto: Lokasi Sumur Tua yang ada di Dusun Kedungwatu Desa Kedungasem Kecamatan Sumber Rembang (Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.com – Dusun Kedungwatu, Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Rembang, menyimpan sebuah rahasia besar yang berselimut mistis. Sebuah sumur tua yang konon telah berusia ratusan tahun kembali menjadi buah bibir. Bukan sekadar sumur biasa, sumber air ini dipercaya memiliki ikatan gaib yang kuat dengan leluhur desa dan menyimpan cerita yang membuat bulu kuduk merinding.
Kisah legendaris ini berakar dari sosok yang di julukinMbah Suro, seorang penggembala kerbau yang hidup ratusan tahun silam.
Menurut cerita rakyat, di masa lampau Dusun Kedungwatu pernah dilanda bencana kekeringan hebat. Di tengah situasi kritis tersebut, Mbah Suro tertidur karena kelelahan di atas galengan (pematang) sawah. Dalam tidurnya, ia mendapatkan petunjuk lewat mimpi aneh.
Disuruh menggali sebuah runduk yuyu (lubang kepiting sawah). Terbangun dari mimpinya, Mbah Suro langsung menggali titik lokasi tersebut. Keajaiban pun terjadi.
Baru digali sedalam satu meter, air langsung memancar hebat dan meluber ke mana-mana.
Singkat cerita’ saking derasnya, warga zaman dulu sampai harus menyumbat sumber tersebut menggunakan duk (ijuk) sebanyak satu cikar (gerobak sapi).
Namun, tindakan masa lalu itu menjadi bumerang. Seiring berjalannya waktu, sumur tersebut perlahan “mati”. Bahkan pada tahun 2007, sumur peninggalan Mbah Suro ini sempat terbengkalai, mengering, dan terlupakan oleh zaman.
Sejarah menolak untuk melupakan sumur ini. Belasan tahun mati suri, seorang warga Kedungwatu yang diyakini merupakan keturunan langsung Mbah Suro, tiba-tiba mendapatkan mimpi mistis yang datang berulang kali. Sosok misterius dalam mimpi itu meminta agar sumur tua tersebut kembali dirawat dan dibersihkan.
Mendengar keresahan warga dan cerita rakyat yang kembali hidup, Kepala Desa Kedungasem, Zulianah, langsung mengambil tindakan pada September 2023. Atas saran sesepuh adat, ritual doa bersama dan tahlilan digelar sebelum sumur tersebut dibersihkan dan di kuras airnya.
Namun, sumur tua itu seolah menolak untuk dijinakkan begitu saja.
Nuansa magis memuncak saat proses pengurasan dimulai. Air di dalam sumur menolak untuk surut meskipun digempur dengan teknologi modern.
“Waktu itu sumur mau dikuras menggunakan empat mesin diesel sekaligus, tapi anehnya air tidak kunjung surut,” ungkap Zulianah saat mengenang peristiwa mistis tersebut.
Melihat kejanggalan yang tidak masuk akal itu, Zulianah memberanikan diri mendekati pusat misteri. Ia memegang bibir sumur, lalu berbisik lirih:
“Tak rawat ya, kamu kenapa didisel tidak habis-habis airnya?” (Saya rawat ya, kamu kenapa didiesel tidak habis-habis airnya?)
Seketika setelah kalimat itu terucap, tubuh Zulianah ambruk. Ia pingsan tak sadarkan diri di lokasi. Warga yang panik langsung menggotong sang Kades ke area sumur sebelahnya.
Aneh tapi nyata, sesaat setelah Zulianah siuman, keangkuhan sumur itu luluh. Air ajaib yang tadinya tak mau surut, mendadak bisa dikuras dengan sangat lancar.
Demi kelancaran prosesnya, pembersihan bagian dalam sumur akhirnya diserahkan khusus kepada warga yang masih memiliki garis keturunan Mbah Suro.
Berkah Pertanian dan Ritual Bulan Suro
Kini, sumur tua peninggalan Mbah Suro telah bangkit dari tidur panjangnya.
Airnya yang melimpah ruah kini menjadi penyelamat bagi sektor pertanian warga Kedungwatu, terutama saat musim kemarau mencengkeram. Meski telah berfungsi normal untuk kebutuhan nyata, nilai sakral sumur ini tidak pernah pudar.
“Untuk saat ini, sumur tersebut digunakan warga untuk pertanian. Dan setiap bulan Suro, airnya selalu diambil oleh anggota perguruan pencak silat, entah digunakan untuk ritual apa kami kurang tahu,” pungkas Zulianah menutup keterangannya dengan penuh teka-teki.












