Foto:Taman bunga pribadi sang pelopor emansipasi.(Lp3tv/Sholeh)
REMBANG, Lp3tv. Com – Jejak literasi RA Kartini melalui surat-suratnya kini tak lagi hanya bisa dibaca, namun mulai dapat dirasakan aromanya. Melalui sebuah kolaborasi visioner, Museum RA Kartini Rembang bersama Djarum Foundation tengah berupaya menghidupkan kembali potongan sejarah yang sempat hilang, taman bunga pribadi sang pelopor emansipasi.
Restorasi ini bukan tanpa landasan. Proyek ini berpijak pada dokumentasi sejarah berupa surat yang ditulis Kartini pada Desember 1903. Dalam korespondensi tersebut, Kartini mencurahkan kebahagiaannya menjalani peran baru sebagai Raden Ayu di Rembang.
“Alangkah bahagianya saya… Saya di sini sangat bahagia, punya rumah yang sangat indah dengan taman yang setiap hari saya memetik bunga untuk menghiasi rumah,” tulis Kartini dalam nukilan suratnya.
Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Retna Dyah Radityawati, mengungkapkan bahwa kondisi taman tersebut sebelumnya sempat terbengkalai dan kehilangan identitas aslinya.
“Kami melakukan rekonstruksi ulang untuk menghidupkan kembali suasana saat beliau masih menetap di sini,” ujarnya Baru-baru ini.
Kerja sama dengan Djarum Foundation menandai tonggak baru dalam pelestarian situs sejarah di Indonesia. Jika biasanya program penghijauan menyasar situs megastruktur seperti candi, Museum RA Kartini menjadi museum pertama yang mendapatkan intervensi revitalisasi lansekap serupa.
Proses ini memiliki tantangan tersendiri, mengingat karakteristik tanah di area museum yang cenderung tandus. Namun, dengan pendampingan teknis yang intensif, vegetasi yang dipilih mulai beradaptasi.
Penanaman bunga mawar Perancis, melati, dan lili Paris yang menjadi favorit Kartini untuk menghiasi interior rumah.
Penambahan konsep “Apotek Hidup” seperti jahe dan kapulaga, yang merujuk pada tradisi pekarangan rumah Jawa serta resep herbal khas Putri Jepara.
Taman dirancang tidak hanya untuk estetika visual, tetapi juga sebagai ruang relaksasi melalui aroma tanaman alami.
Melalui taman ini, pengunjung museum diajak untuk mengenal sosok Kartini dari sisi yang lebih intim dan manusiawi.
Ia bukan sekadar tokoh intelektual yang bergelut dengan gagasan besar, tetapi juga seorang perempuan yang mencintai alam dan menemukan ketenangan dalam ritual sederhana memetik bunga.
Hingga saat ini, tim ahli masih melakukan pemeliharaan rutin untuk memastikan setiap tanaman tumbuh sempurna.
Kehadiran taman ini diharapkan menjadi magnet baru bagi pariwisata Rembang, sekaligus menjadi cara modern untuk melestarikan nilai-nilai sejarah melalui pendekatan lingkungan.












