Dinilai Membahayakan Warga Mondoteko Lakukan Pengurukan Jalan Secara Swadaya

Foto: Warga Desa Mondoteko Lakukan Pengurukan Secara Swadaya. (Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.Com– Kecewa terhadap lambatnya respons pemerintah daerah terkait kerusakan infrastruktur, warga Dukuh Bagel, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang, mengambil langkah mandiri. Masyarakat setempat melakukan pengurukan jalan penghubung Desa Mondoteko menuju Desa Turus secara swadaya menggunakan material pasir dan batu (pedel) pada Kamis (16/4/2026).

Aksi ini merupakan puncak keresahan warga terhadap kondisi jalan yang kian memprihatinkan.



Koordinator lapangan, As’at, menyatakan bahwa kerusakan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan serius dari instansi terkait.

Menurutnya, masyarakat sebelumnya bahkan sempat menanam pohon pisang di area jalan yang berlubang sebagai bentuk protes keras.

Upaya prosedural sebenarnya telah ditempuh melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Rembang sejak tiga bulan lalu.



Namun, nihilnya tindakan nyata di lapangan memaksa warga untuk memobilisasi dana pribadi guna membeli lima unit truk material pedel demi menutup lubang-lubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dusun (Kadus) Bagel, Zainal Arifin, menekankan bahwa ruas jalan ini memiliki peran krusial sebagai jalur logistik pertanian dan akses alternatif utama bagi pengangkutan hasil bumi. Kerusakan jalan yang parah dilaporkan sering menyebabkan terganggunya materiil bagi pelaku ekonomi.

“Lubang-lubang di jalan ini terlalu dalam, sehingga kendaraan pengangkut seperti truk bermuatan pasir sering mengalami patah as roda. Hal ini jelas menghambat mobilitas ekonomi warga,” ungkap Zainal.

Pihak desa berharap Pemerintah Kabupaten Rembang tidak hanya melakukan pemeliharaan bersifat sementara atau “tambal sulam”, melainkan melakukan pembangunan infrastruktur secara permanen demi menjamin kelancaran arus barang dan kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp10 miliar.



Ia menjelaskan bahwa saat ini tim teknis masih terkonsentrasi pada beberapa titik prioritas lain di wilayah Kabupaten Rembang.

Beberapa ruas yang sedang ditangani antara lain jalur Sidorejo-Sedan, Japerejo-Pamotan, serta Sendangasri-Gowak. Nugroho mengakui bahwa keterbatasan jangkauan personel menjadi faktor utama keterlambatan penanganan di wilayah Mondoteko.

“Secara teknis tidak ada kendala, terlebih cuaca mulai mendukung. Namun, kami mengakui kecepatan penanganan dirasa lambat karena jangkauan tim kami di lapangan memang terbatas,” pungkas Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *