Ancaman Hama Tikus Intai Tanaman Jagung di Rembang, Poktan Ngudi Lestari Bergerak Cepat Amankan 2 Hektar Lahan

Foto: Tanaman Jagung di Desa Jukung Rembang yang di makan. (Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.com — Ancaman serius berupa serangan hama tikus kini tengah mengintai kawasan pertanian di Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kondisi ini menuntut para petani jagung setempat untuk bersiaga penuh guna mengantisipasi potensi kegagalan panen yang merugikan secara ekonomi.

Menanggapi situasi tanggap darurat tersebut, Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Lestari bergerak cepat demi memutus rantai penyebaran pengerat. Guna mencegah meluasnya kerusakan tanaman, Poktan Ngudi Lestari secara resmi melayangkan surat permohonan bantuan obat pembasmi hama (rodentisida) kepada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang.



Pengajuan bantuan dengan nomor surat resmi 0058/ /BPP-Bulu/VII/2026 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Poktan Ngudi Lestari, Dwi Harsono, pada Selasa (18/8/2026). Permohonan dikirimkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bulu dan telah mendapatkan persetujuan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Desa Jukung, Luluk Khoyrul Huda Al Munir, A.Md.

Langkah taktis ini diambil setelah tim PPL bersama pengurus kelompok tani melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pemukiman lahan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, teridentifikasi lahan tanaman jagung seluas kurang lebih 2 hektar milik anggota kelompok tani telah terdampak serangan pengerat tersebut.

Ketua Poktan Ngudi Lestari, Dwi Harsono, mengapresiasi respons sigap dan tindakan proaktif dari pihak Dintanpan Kabupaten Rembang serta BPP Kecamatan Bulu yang langsung menyalurkan alokasi bantuan sesuai rekomendasi kebutuhan di lapangan.



“Alhamdulillah, hari ini kami mengajukan bantuan obat pembasmi hama dan responnya sangat cepat. Kami mendapatkan bantuan tersebut sesuai yang kami ajukan, dan hari ini juga kami langsung lakukan tindakan pengendalian di kebun,” ujar Dwi Harsono saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026) sore.

Aksi penyemprotan dan tindakan pengendalian terpadu kini difokuskan pada titik-titik rawan untuk menekan populasi hama tikus di Desa Jukung secara signifikan. Langkah masif ini diharapkan mampu mengamankan sisa tanaman jagung milik warga sekaligus mencegah migrasi pengerat ke area persawahan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *