Meriahkan Sedekah Bumi Tlogomojo, Laga Sengit Sepak Bola Putri Sedot Perhatian Warga



REMBANG, LP3tv.com – Peringatan tradisi Sedekah Bumi di Desa Tlogomojo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, berlangsung meriah pada Sabtu (4/7/2026). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kearifan lokal kali ini diwarnai oleh antusiasme tinggi warga yang memadati Lapangan Sepak Bola Putra Sandang untuk menyaksikan laga persahabatan sepak bola putri antara kesebelasan Rembang Raya melawan Galius Ladies FC dari Desa Karang Asem, Kecamatan Bulu.

Pihak Karang Taruna Desa Tlogomojo sengaja menginisiasi pertandingan ini sebagai bentuk inovasi hiburan bagi masyarakat, bersanding dengan pagelaran kesenian tradisional ketoprak yang menjadi agenda utama bersih desa.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Kedua tim memperagakan permainan terbuka, saling jual-beli serangan, dan beradu strategi demi membongkar lini pertahanan lawan. Namun, efektivitas lini depan Galius Ladies FC menjadi pembeda dalam laga kali ini.

Pertandingan berakhir dengan skor meyakinkan 4-2 untuk kemenangan Galius Ladies FC. Bintang lapangan dalam laga ini adalah Puji Astuti, pemain Galius Ladies FC bernomor punggung 8.

Pemain yang berasal dari Jakenan, Kabupaten Pati tersebut tampil impresif dengan memborong seluruh (quat-trick) gol kemenangan bagi timnya.




Skor Akhir: Rembang Raya 2 – 4 Galius Ladies FC
Pencetak Gol Galius Ladies FC: Puji Astuti (4 Gol)
Ekspansi Klub dan Harapan Regulasi Resmi
Pelatih Galius Ladies FC, Khurotul Aen—yang akrab disapa Mas Khurin—menjelaskan latar belakang klub asuhannya. Ia menyebutkan bahwa Galius awalnya didirikan di Kabupaten Batang sebelum akhirnya melebarkan sayap ke Rembang.

“Pada tahun 2025, saya pindah ke Rembang dan membawa klub ini kemari. Jadi di Batang masih eksis, dan di Rembang juga terbentuk sebagai semacam klub afiliasi,” ujar Mas Khurin saat ditemui usai pertandingan.

Sebagai klub berskala regional, Galius Ladies FC diperkuat oleh kombinasi talenta lokal Rembang (asal Sulang, Bulu, dan Sumber) serta pemain luar daerah, termasuk Dian Safitri dan Puji Astuti dari Pati, serta Mawaddah Salsabila dari Kudus.

Lebih lanjut, Mas Khurin berharap agar sepak bola putri mendapatkan atensi yang lebih serius dari pemangku kebijakan.

“Saya berharap di tengah kesibukan mereka sebagai wanita kelak, hobi sepak bola ini harus tetap disalurkan, baik sebagai pemain, pelatih, maupun penggiat olahraga. Di daerah lain perkembangannya sudah sangat progresif. Tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kabupaten Rembang akan membuka mata untuk menggelar kompetisi atau liga sepak bola putri yang resmi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Desa Tlogomojo, Rukani, mengungkapkan bahwa keputusan mendatangkan tim sepak bola putri didasari oleh keinginan untuk memberikan atmosfer dan edukasi baru bagi masyarakat setempat.

“Rekan-rekan karang taruna dan manajemen Putra Sandang FC ingin menghadirkan suasana baru. Maka dari itu, kami selenggarakan pertandingan sepak bola wanita ini. Sebab, di desa kami, khususnya Tlogomojo, sepak bola wanita merupakan hal yang masih awam,” ungkap Rukani.

Melalui laga persahabatan ini, Rukani berharap dapat memantik minat dan memotivasi para remaja putri lokal yang memiliki bakat terpendam di bidang olah bola.

“Harapan kami, bilamana nanti muncul bibit-bibit unggul dari desa ini, mereka bisa ikut bergabung dengan tim-tim yang sudah ada di Rembang, sehingga eksistensi sepak bola wanita di daerah kita bisa semakin maju dan sukses,” pungkasnya.

Menutup momentum positif tersebut, pihak panitia beserta tokoh penggiat olahraga setempat menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui dinas terkait, dapat memfasilitasi program pembinaan usia dini di berbagai cabang olahraga secara berkelanjutan.

Langkah ini dinilai krusial guna mendongkrak prestasi atlet lokal sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Rembang di kancah regional maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *