Foto: Penemuan sesosok mayat pria di area persil hutan Petak 17d BKPH Kebon RPH Mantingan pada Rabu (04/03/2026) pagi.(Lp3tv/Dwi Harsono)
REMBANG, Lp3tv. Com – Masyarakat Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di area persil hutan Petak 17d BKPH Kebon RPH Mantingan pada Rabu (04/03/2026) pagi. Korban diketahui Inisial W (75), seorang warga setempat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut.
Peristiwa bermula sekira pukul 06.00 WIB saat korban mengantar istrinya berbelanja dari gubuk pesanggem mereka. Setelah kembali ke gubuk, korban sempat duduk-duduk untuk beristirahat. Namun, sekira pukul 07.00 WIB, istri korban mendapati suaminya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan gubuk.
Saksi kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Bulu bersama tim medis Puskesmas Bulu segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis luar (visum et repertum).
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Bulu yang dipimpin oleh Dr. Esti, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Kematian korban diduga kuat disebabkan oleh faktor kesehatan.

Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung. Atas dasar tersebut, keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Bulu, Iptu Wargo Susilo, memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait penanganan kejadian tersebut.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung menerjunkan unit Reskrim, Intel, dan SPK didampingi tim medis dari Puskesmas Bulu ke lokasi kejadian di Petak 17d BKPH Kebon. Dari hasil pemeriksaan luar secara teliti, kami tegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, “Tulis Iptu Wargo Susilo
Berdasarkan keterangan medis dan pihak keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Saat ini jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kami juga telah membuatkan berita acara penolakan autopsi sesuai dengan permintaan pihak keluarga yang telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah.”Pungkasnya.












