Harga Kambing Anjlok Ratusan Ribu, Dintanpan Rembang Usul Menu Sate di Program MBG

Foto: Dintanpan Rembang monitoring jual beli kambing di Pasar hewan Pamotan. (Lp3tv/Admin)


REMBANG, Lp3tv. Com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang bergerak cepat merespons isu merosotnya harga kambing dan domba di pasaran. Pada Selasa (3/3/2026), tim Dintanpan melakukan monitoring intensif di Pasar Hewan Pamotan untuk memantau langsung kondisi transaksi jual beli ternak.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan bagi para peternak kambing. Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa harga jual per ekor mengalami penurunan drastis, yakni berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000.

Pengelola Pasar Pamotan, Topo, mengonfirmasi lesunya aktivitas pasar hari ini. Meski terdapat sekitar 300 ekor kambing yang dipajang, minat pembeli tergolong sepi.

“Stok melimpah tapi permintaan menurun, itu yang bikin harga jatuh. Berbeda dengan sapi yang justru masih stabil dan diprediksi akan naik signifikan menjelang Idul Fitri nanti,” jelas Topo.

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengakui bahwa fluktuasi harga kambing sulit dikendalikan karena jangkauan pasar Rembang yang sudah menembus lintas provinsi. Oleh karena itu, solusi harus dimulai dari penguatan serapan pasar lokal.

“Kami sedang menganalisis penyebab pastinya dan mencari alternatif solusi di level kabupaten. Jika serapan lokal meningkat, ini akan sangat membantu menyelamatkan peternak kita,” ujar Agus.

Sebagai langkah konkret, Agus Iwan melontarkan ide inovatif untuk memasukkan olahan daging kambing ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.

“Muncul ide dari teman-teman dinas, mungkinkah sekali waktu menu MBG menggunakan bahan kambing? Bisa diolah jadi sate atau gulai yang disukai anak-anak. Jika ini terealisasi, serapan pasar akan melonjak tinggi dan harga di tingkat peternak otomatis akan terangkat kembali,” paparnya.

Selain membantu menstabilkan harga, penggunaan daging kambing dinilai dapat memberikan variasi asupan protein berkualitas bagi siswa.

Dintanpan berharap sinergi antara kebijakan pemerintah dan konsumsi lokal ini dapat memulihkan gairah pasar hewan di Rembang sebelum memasuki puncak musim lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *