Foto: Akses Strategis Penghubung Antarwilayah Sasaran fisik utama pada kegiatan TMMD Rembang-Blora. (Lp3tv/doc.Istimewa)
REMBANG, Lp3tv.com – Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, resmi ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0720/Rembang. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 6 Oktober hingga awal November mendatang, ini berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik serta program pemberdayaan masyarakat guna menggenjot potensi ekonomi lokal.
Secara geografis, Desa Ngajaran berada di wilayah paling timur Kabupaten Rembang. Desa ini menyimpan beragam potensi ekonomi dan pariwisata yang siap dikembangkan, mulai dari potensi wisata sejarah Noyo Gimbal, keberadaan sumber mata air alami (sendang), hingga lanskap perbukitan yang asri.

Akses Strategis Penghubung Antarwilayah
Sasaran fisik utama pada kegiatan TMMD kali ini difokuskan pada pembangunan jalan penghubung yang menghubungkan Dusun Ngajaran di Kabupaten Rembang menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi gerbang konektivitas ekonomi antarwilayah.
Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti, mengungkapkan bahwa mayoritas dari 153 kepala keluarga (KK) di wilayahnya mengandalkan sektor pertanian. Selama ini, warga dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur jalan saat hendak mengangkut hasil panen maupun beraktivitas harian.
“Meskipun harus menempuh perjalanan lebih lama dan melintasi medan berat, warga tetap melintasi jalan tersebut untuk ke ladang atau menjual hasil panen. Melalui TMMD ini, kami berharap mobilitas warga makin lancar, efisiensi biaya angkut dapat ditekan, dan pemasaran komoditas pertanian terutama jagung—bisa makin meluas hingga ke wilayah Blora,” tutur Ngesti, Rabu (2/9/2026).
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro. Ia menegaskan bahwa lintasan yang tengah ditangani merupakan jalan berstruktur batu alas peninggalan zaman kolonial yang belum pernah tersentuh perbaikan secara memadai.
“Melalui program TMMD ini, diharapkan permasalahan jalan berbatu yang menyulitkan mobilitas warga dapat segera teratasi. Setelah intervensi fisik selesai, waktu tempuh warga menuju ladang atau ke wilayah Blora diperkirakan terpangkas secara signifikan dari 30 menit menjadi hanya 10 hingga 15 menit,” kata Bambang.
Bintara Tinggi Teritorial (Batiter) Kodim 0720/Rembang, Dedi Budiharno, menjelaskan detail teknis pengerjaan infrastruktur fisik dalam program TMMD Reguler ke-130.
Pekerjaan utama meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter, pembangunan plat beton pendukung, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembuatan dua unit sumur bor, Pemasangan sarana Penerangan Jalan Umum (PJU).
Selain sasaran fisik, TMMD Reguler ke-130 turut mengintegrasikan berbagai program nonfisik melalui sinergi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Rembang.
Agenda tersebut mencakup penyuluhan kesehatan, edukasi pencegahan stunting, sosialisasi TP PKK, pelatihan pengolahan ikan air tawar, serta pengembangan potensi wisata heritage dan seni budaya setempat.
Integrasi seluruh program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Ngajaran secara berkelanjutan.












