Foto: kehadiran dia penyanyi Falden dan chaca sebagai juri lomba menyanyi di Balai desa Maguan (Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv. Com – Masyarakat Desa Maguan Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi dengan penuh khidmat dan kemeriahan yang luar biasa. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini terasa jauh lebih semarak dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat serta runtutan acara adat, religi, olahraga, dan hiburan yang digelar selama berhari-hari.
Puncak ritual adat Sedekah Bumi ini ditandai dengan pelaksanaan doa bersama dan tahlil di tiga tempat yang dinilai sakral oleh masyarakat setempat.
Ketiga lokasi tersebut dipadati oleh warga yang datang membawa berkat (makanan hasil bumi) sebagai simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian dan ketenteraman desa.
Yang pertama Balai Desa Maguan Menjadi pusat berkumpulnya perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk mengawali rangkaian doa keselamatan.
Sumur Brumbung juga Lokasi yang diyakini masyarakat sebagai punden atau asal-muasal peradaban Desa Maguan.

Tak hanya itu Ziarah dan tahlil di makam tokoh perempuan salehah Mbah Mariyah Siti Robiah yang dikenal sebagai penyebar agama Islam pada masanya di wilayah tersebut.
Kemeriahan Sedekah Bumi Desa Maguan tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, melainkan juga menyajikan berbagai hiburan rakyat yang tersusun rapi sejak akhir pekan.
Kemeriahan dimulai dengan kompetisi olah vokal yang menghadirkan dewan juri spesial, Chaca dan Falden pada saptu malam 23 mei 2026. Kehadiran mereka menyedot perhatian besar karena Falden dikenal luas oleh masyarakat sebagai penyanyi unik berbakat yang menguasai dua karakteristik suara, yakni suara pria dan wanita.

Pada Hari Minggu Lapangan desa dipenuhi keseruan kompetisi sepak bola antar blok ramah anak yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Desa Maguan.
Nuansa budaya jawa kental terasa dengan hadirnya pertunjukan ketoprak legendaris, Wahyu Budoyo pada hari senin, yang berhasil menghibur ratusan penonton hingga larut malam.
Pada Hari Selasa Menguji adrenalin, kompetisi lari maraton digelar dengan skala yang lebih luas. Peserta tidak hanya datang dari dalam daerah, melainkan juga dibanjiri oleh pelari dari luar daerah.
Menjadi penutup rangkaian acara, hari Rabu diisi dengan berbagai lomba anak-anak yang ceria pada siang hari, dan ditutup dengan panggung hiburan seni musik dangdut pada malam harinya.
Kepala Desa Maguan, Joko Saipul Amri, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian acara Sedekah Bumi tahun ini. Ia mengapresiasi kekompakan panitia dan antusiasme warga yang menjaga acara tetap kondusif.

“Semoga kedepannya acara sedekah bumi kembali hadir lebih meriah. Tak hanya itu, sedekah bumi ini merupakan momen penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan antardesa, selain dari momen hari besar seperti Idul Fitri,” ujar Saipul.
Dengan suksesnya gelaran tahun ini, Sedekah Bumi Desa Maguan tidak hanya sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan juga menjadi perekat sosial sekaligus penggerak roda ekonomi dan hiburan bagi masyarakat luas.












