Foto: Jembatan di Dusun Deresan menuju Desa Manjang. (Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) resmi mengumumkan percepatan penanganan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sumber. Dua titik jembatan yang mengalami kerusakan struktural cukup parah, yakni Jembatan Dusun Deresan dan Jembatan Slebur, dipastikan akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik pada bulan Mei 2026 mendatang.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas aspirasi masyarakat serta urgensi pemulihan jalur distribusi ekonomi antarwilayah yang sempat terhambat akibat penurunan kondisi bangunan pelintasan tersebut.

Kondisi kedua jembatan tersebut selama ini menjadi perhatian serius lantaran peran vitalnya dalam mobilitas lintas daerah.
Jembatan di Dusun Deresan, Desa Sekarsari, merupakan urat nadi yang menghubungkan warga Kecamatan Sumber menuju Desa Manjang di wilayah Kecamatan Jaken.
Di sisi lain, Jembatan Slebur yang berlokasi di Desa Jatihadi memegang peran krusial sebagai akses utama masyarakat Rembang yang hendak menuju ke wilayah Kabupaten Pati.
Kerusakan pada kedua titik ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga secara nyata memutus efisiensi waktu tempuh masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, memberikan konfirmasi resmi terkait lini masa pelaksanaan proyek tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi teknis dan administratif, pengerjaan akan dimulai secara serentak dalam waktu dekat.
“Rencananya bulan Mei sudah mulai pengerjaan untuk Jembatan Slebur yang ada di Desa Jatihadi dan Jembatan Dusun Deresan yang menghubungkan Desa Manjang,” ungkapnya saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (17/4/2026).
Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran warga yang selama ini waspada saat melintasi area tersebut, terutama mengingat risiko kegagalan struktur yang meningkat saat debit air sungai meninggi pada musim penghujan.
Untuk merealisasikan perbaikan ini, Pemerintah Kabupaten Rembang telah menyiapkan pos anggaran khusus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Total dana yang dikucurkan mencapai Rp600.000.000, yang dibagi secara proporsional untuk dua lokasi.
Masing-masing proyek perbaikan jembatan mendapatkan alokasi sebesar Rp300.000.000.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan struktur utama dan perbaikan kerusakan substansial agar jembatan kembali memiliki kapasitas beban normal yang aman bagi kendaraan bermotor maupun angkutan barang.
Pemulihan akses infrastruktur ini diprediksi akan memberikan dampak instan terhadap sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga Kecamatan Sumber.
Selama jembatan mengalami kerusakan, para petani terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh, yang berdampak langsung pada lonjakan biaya logistik dan penurunan margin keuntungan.
Dengan kembali normalnya akses menuju Desa Manjang dan Kabupaten Pati, diharapkan biaya transportasi hasil bumi dapat ditekan secara signifikan.
Mobilitas sosial dan ekonomi yang kembali lancar diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan kabupaten tersebut.
Pemerintah berharap proses pengerjaan di bulan Mei nanti berjalan sesuai rencana tanpa kendala cuaca yang berarti, sehingga fasilitas publik ini dapat kembali beroperasi secara optimal sebelum memasuki periode pertengahan tahun.












