Foto: Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro. (Lp3tv/Admin).
REMBANG, Lp3tv. Com – Masa pensiun seringkali dianggap sebagai garis finis bagi seorang abdi negara. Namun, bagi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, momentum tersebut justru merupakan awal dari “transformasi” pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
Pesan kuat ini disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Hanies saat memberikan pembekalan teknis bagi para PNS menjelang pensiun di Pendopo Museum Kartini, Kamis (9/4/2026).
Di hadapan puluhan calon purnatugas, ia mewanti-wanti agar mereka tetap menjaga kepercayaan diri dan tidak terjebak dalam bayang-bayang jabatan masa lalu.
Gus Hanies menyoroti fenomena post power syndrome yang kerap menghantui para pensiunan. Kehilangan rutinitas kantor, posisi struktural, hingga pengaruh jabatan seringkali memicu penurunan kesehatan mental jika tidak disikapi dengan bijak.
“Panjenengan akan merasa kehilangan rutinitas, kehilangan posisi, dan yang paling dikhawatirkan adalah kehilangan kepercayaan diri. Ini jangan sampai terjadi. Post Power Syndrome itu sangat berbahaya,” tegas Gus Hanies.
Sebagai solusi, ia mendorong para PNS untuk segera membangun identitas baru di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, tanpa sekat kedinasan, para pensiunan justru memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk menjadi tokoh masyarakat yang solutif bagi tetangga dan lingkungan sekitar.
Bukan sekadar seremonial, pembekalan ini menjadi krusial mengingat jumlah PNS yang akan memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemkab Rembang cukup signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kabupaten Rembang, Gunari, merinci bahwa dalam tiga bulan ke depan, puluhan abdi negara akan resmi melepas seragamnya pada bulan Mei 34 Orang, bulan Juni 25 Orang, sedangkan bulan Juli 26 Orang.
Dari total tersebut, komposisinya didominasi oleh tenaga guru dan tenaga teknis sebanyak masing-masing 34 dan 35 orang, disusul 11 pejabat struktural, serta 5 tenaga kesehatan.
Menutup arahannya, Gus Hanies menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan keringat yang telah disumbangkan para PNS selama puluhan tahun membangun Kabupaten Rembang.
Ia berharap, semangat melayani yang selama ini ada di kantor, tetap dibawa saat mereka kembali sepenuhnya ke pangkuan masyarakat.
“Pensiun bukan akhir pengabdian, tetapi perubahan bentuk pengabdian. Dulu rutin di kantor, sekarang saatnya lebih banyak menyapa tetangga dan memberi manfaat langsung di desa,” pungkasnya.
Apa pesan Gus Hanies Bagi PNS Rembang Yang Purna Tugas?












