Foto: Ilustrasi penderita asam lambung. (Lp3tv/Istimewa)
REMBANG, Lp3tv.Com – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 H / 2026, tantangan kesehatan pencernaan menjadi sorotan utama bagi masyarakat Rembang. Bagi para penyintas Maag dan GERD, transisi pola makan saat berpuasa memerlukan perhatian ekstra agar ibadah tetap berjalan khusyuk tanpa gangguan asam lambung.
Menyikapi hal ini, berbagai pendekatan baik secara medis maupun alami mulai diterapkan oleh warga untuk menjaga ketahanan lambung selama 13 jam menahan lapar dan dahaga.
Praktisi kesehatan alternatif asal Rembang, Supriyanto, menekankan pentingnya penggunaan zat penenang alami untuk melapisi dinding lambung. Menurutnya, puasa adalah momentum detoksifikasi jika dikelola dengan benar.
”Kuncinya adalah muco-protektor atau pelindung dinding lambung. Saya menyarankan konsumsi air rebusan pati garut atau kunyit hangat dengan sedikit madu, baik saat sahur maupun berbuka. Ini efektif mencegah iritasi akibat kekosongan lambung,” jelas Supriyanto.
Menerapkan Prinsip ‘3J’
Secara klinis, para ahli kesehatan menyarankan warga untuk disiplin menerapkan prinsip 3J sebagai protokol tetap bagi penderita gangguan lambung:
1.Jadwal Yang Tepat :
Melewatkan sahur adalah pantangan utama. Saat berbuka, segera netralkan pH lambung dengan air putih hangat sebelum menyantap hidangan lain.
2.Jenis Makanan Aman:
Prioritaskan karbohidrat kompleks seperti kentang atau oatmeal. Hindari pemicu utama seperti gorengan, santan kental, makanan pedas, serta minuman berkafein/soda.
3.Jumlah yang Terukur:
Hindari makan berlebihan (overeating) saat berbuka untuk mencegah lambung terasa begah dan risiko refluks (asam lambung naik ke kerongkongan).
”Menu andalan saya adalah labu kuning (waluh) atau pisang kepok rebus saat sahur. Efeknya sangat menenangkan di perut dan memberikan rasa kenyang yang lebih stabil hingga sore,” tutur Novi, Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, Nur Said (51), warga Desa Mojorembun, menitikberatkan pada gaya hidup setelah makan. Ia menghindari kebiasaan langsung tidur setelah sahur.
“Setelah sahur, saya memilih tadarus atau jalan santai agar proses pencernaan lancar dan makanan turun dengan sempurna,” ungkapnya.
Bagi warga yang mencari alternatif hidangan berbuka yang aman, berikut adalah daftar takjil yang direkomendasikan:
- Bubur Sumsum:Tekstur lembut yang sangat mudah diproses oleh usus.
- Air Kelapa Muda: Penyeimbang elektrolit alami yang tidak memicu keasaman.
- Kurma (3 Butir): Sumber serat terbaik yang sesuai dengan anjuran medis dan sunnah.
Dengan perpaduan disiplin pola makan dan pemanfaatan herbal, warga Rembang optimis dapat menjalani Ramadan tahun ini dengan raga yang bugar dan lambung yang sehat.












