Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Belasan Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Dilarikan ke Puskesmas



Foto: Keadaan Puskesmas Lasem (Lp3tv/Sholeh)

Rembang, Lp3tv.com – Belasan siswa dan guru SMA Negeri 1 Lasem mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026). Para korban mendatangi UGD Puskesmas Lasem setelah mengeluhkan badan lemas dan diare usai mengonsumsi hidangan yang disediakan pihak penyedia.

Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, membenarkan adanya penanganan medis terhadap para penerima manfaat program tersebut. Berdasarkan data awal hingga pukul 12.07 WIB, terdapat 18 orang yang menjalani penanganan darurat di fasilitas kesehatan setempat.

“Total ada 18 orang yang sempat mendapatkan perawatan medis di UGD Puskesmas Lasem, terdiri dari 13 siswa SMAN 1 Lasem dan 5 orang guru. Sebagian besar mengeluhkan kondisi badan lemas akibat diare,” ujar dr. Joko Paryanto.



Setelah dilakukan tindakan medis dan observasi ketat oleh tim dokter, sebanyak 15 orang diperbolehkan rawat jalan dan kembali ke rumah. Sementara itu, tiga siswa lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lasem hingga kondisi kesehatannya stabil. Seluruh penanganan medis bagi para korban dipastikan gratis tanpa dipungut biaya.

Program MBG di wilayah tersebut dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem Yayasan Semendhe Kanthi Kanthil, dengan total penerima manfaat mencapai 1.914 orang, termasuk 1.244 sasaran di SMAN 1 Lasem.



Guna menangani kejadian ini, personel Puskesmas Lasem langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan monitoring, pengumpulan data, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, SPPG, dan dinas terkait. Langkah antisipasi juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi penambahan korban.

Selain itu, tim medis bersama pihak berwenang telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang guna memastikan penyebab pasti terjadinya gangguan kesehatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *