Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Mengalami Diduga Keracunan Usai Santap Program Makan Bergizi Gratis

Foto: SMPN 5 Rembang. (Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.com — Puluhan siswa beserta tenaga pengajar di SMP Negeri 5 Rembang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal yang diduga diakibatkan oleh keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala penurunan kondisi tubuh tersebut mulai dirasakan warga sekolah sehari pasca-pendistribusian paket makanan.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, pihak sekolah telah membagikan paket menu MBG yang terdiri dari telur balado, oseng tempe, lalapan, buah semangka, dan susu kepada total 764 penerima manfaat, mencakup jajaran guru dan peserta didik.

Namun, pada keesokan harinya, timbul gelombang absensi massal akibat melonjaknya laporan siswa yang mengeluhkan sakit perut hingga diare akut.

Hingga Rabu (5/8/2026), tercatat sebanyak 94 siswa terkonfirmasi tidak dapat hadir ke sekolah. Selain itu, kondisi kedaruratan juga terjadi di area sekolah saat jam pelajaran berlangsung, di mana 42 siswa yang sempat hadir terpaksa dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatannya memburuk secara mendadak.

Dampak dari insiden ini turut menimpa jajaran pendidik. Sebanyak tujuh orang guru dilaporkan mengalami gejala serupa, dengan rincian dua guru tidak masuk kerja sejak pagi dan lima guru lainnya harus izin pulang mendadak saat menjalankan tugas mengajar.

Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, membenarkan data terkait banyaknya warga sekolah yang terdampak gangguan kesehatan tersebut. Kendati demikian, pihak sekolah menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden ini dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium secara resmi.

“Mohon maaf, menunggu hasil cek DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Fakta jumlah betul, tetapi penyebab masih menunggu hasil cek dari DKK,” terang Menik melalui pesan singkat, Rabu (5/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Rembang, Aprilia Qoulan Syakila, belum memberikan konfirmasi resmi terkait penanganan dan investigasi insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *