Daerah  

Yayasan di Rembang Lakukan Percepatan Revitalisasi IPAL Guna Atasi Keluhan Limbah

Foto: Revitalisasi IPAL Guna Atasi Keluhan Limbah Yang Ada di Dapur MBG Bulu.(Lp3tv/Admin)

REMBANG, Lp3tv. Com – Merespons aduan masyarakat terkait indikasi pencemaran lingkungan di saluran drainase, pihak pengelola sebuah yayasan di Kabupaten Rembang mengambil langkah responsif dengan melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Langkah ini diambil untuk memastikan operasional dapur yayasan memenuhi standar baku mutu lingkungan.


Person in Charge (PIC) Yayasan, Joko Siswoyo, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi teknis dan perbaikan segera sebagai bentuk tanggung jawab sosial.



Terkait laporan mengenai limbah berwarna hitam pekat, Joko memberikan klarifikasi bahwa visualisasi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan pemberitaan yang beredar.

“Kondisi air tidak sepekat yang dilaporkan. Mengenai aroma tidak sedap, hal tersebut disinyalir muncul sebagai dampak residu saat proses teknis penyedotan berlangsung. Namun, kami tetap menindaklanjuti hal ini dengan langkah perbaikan intensif,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).



Modernisasi Sistem dengan IPAL Portable
Sebagai tindak lanjut atas arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, pihak yayasan saat ini tengah mengimplementasikan sistem pengolahan limbah yang lebih modern.



Pengadaan unit IPAL Portable berstandar teknis kini sedang dipasang di tiga titik lokasi secara simultan.

Langkah strategis ini mencakup mengganti sistem lama dengan unit pengolahan portabel yang lebih efisien dalam memfilter residu dapur.

Proses instalasi diproyeksikan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua hari kedepan. Ia memastikan seluruh parameter pembuangan limbah cair selaras dengan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

Joko menekankan bahwa komitmen yayasan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik, namun juga pada pengawasan manajerial operasional dapur.

“Ke depan, kami akan melakukan pemantauan berkala, mulai dari aspek distribusi bahan baku hingga manajemen pembuangan limbah akhir. Kami berkomitmen untuk patuh pada aturan pemerintah dan memastikan aktivitas yayasan tidak mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga sekitar,” pungkasnya.



Dengan adanya revitalisasi sistem ini, diharapkan pengelolaan limbah domestik yayasan dapat menjadi percontohan bagi pengelolaan dapur kolektif lainnya di wilayah Rembang dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *