Daerah  

BPBD Rembang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Dengan Humanis



Foto: BPBD Kabupaten Rembang Bidang Damkar melaksanakan Pemadaman Kebakaran Lahan di Ds. Sumberejo, Kec. Pamotan, Kab. Rembang Beberapa Tahun Lalu. (Lp3tv/Admin)

Rembang, Lp3tv.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan bahwa penanganan bencana bukan sekadar soal ketangkasan fisik dan kecepatan alat, melainkan juga tentang sentuhan kemanusiaan. Komitmen ini dipertegas dalam momentum peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar tingkat Jawa Tengah yang digelar di Stadion Sriwedari, Surakarta, Selasa (12/5/2026).

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menyatakan bahwa arahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menjadi pemacu bagi jajarannya untuk bertransformasi.

Menurutnya, pelayanan publik di sektor kedaruratan harus mengedepankan sisi dialogis dan edukatif.

Bukan Sekadar Menolong, Tapi Mengedukasi
Luthfi menekankan bahwa paradigma BPBD kini telah bergeser. Fokus utama bukan lagi hanya muncul saat bencana melanda, melainkan membangun ketahanan masyarakat sejak dini.

“BPBD tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun komunikasi dan edukasi. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek bantuan, tapi subjek yang siap menghadapi potensi bahaya secara mandiri,” ujar Luthfi.

Tantangan bencana di Rembang kian beragam, mulai dari ancaman cuaca ekstrem, kekeringan yang menghantui setiap tahun, hingga risiko kebakaran lahan yang meningkat.

Menghadapi hal ini, Luthfi percaya tidak ada istilah “superman” dalam penanganan bencana.
Dengan Memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, dan relawan dan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai garda terdepan serta mengasah keahlian personel melalui simulasi berkala agar bekerja cepat, tepat, namun tetap santun.

Visi besar BPBD Rembang adalah menciptakan masyarakat yang memiliki deteksi dini. Melalui mitigasi berbasis masyarakat, setiap warga diharapkan mampu merespons awal sebelum bantuan medis atau tim evakuasi tiba di lokasi.

Langkah ini sejalan dengan pesan Sekda Jateng, Sumarno, yang meminta seluruh jajaran pelayanan kedaruratan untuk melakukan modernisasi sarana prasarana sekaligus tetap menjaga pendekatan yang humanis.

Dengan semangat “Hadapi Bencana dengan Hati”, Kabupaten Rembang optimis dapat membangun wilayah yang lebih tangguh dan aman bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *