Puluhan juru masak (SPPG) mengikuti uji kompetensi Chef Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pendapa SPPG Pasar Banggi.(Lp3tv/admin)
REMBANG,Lp3tv.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menunjukkan komitmen serius dalam menjamin kualitas program unggulan nasional. Sebanyak 36 juru masak yang bernaung di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti uji kompetensi sertifikasi profesi di Pendapa SPPG Pasar Banggi pada Sabtu (9/5/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang disalurkan melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan regulasi nutrisi yang ketat.
Proses sertifikasi ini dilakukan secara formal dengan melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Melalui penguji dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasa Boga Nusantara, para peserta wajib melewati serangkaian tahapan ujian yang komprehensif, mencakup aspek teoretis (tertulis) hingga pengujian praktik dan wawasan (lisan).
Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Bupati Rembang H. Harno selaku Penasehat Satgas MBG, didampingi Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’ yang menjabat sebagai Ketua Satgas MBG.
Aman, Bergizi, dan TerjagaDalam arahannya, Bupati Harno menegaskan bahwa peran juru masak adalah garda terdepan dalam keberhasilan program ini.
Beliau menekankan tiga pilar utama yang wajib dijaga oleh para chef yaitu, Memastikan proses pengolahan bebas dari kontaminasi, Menjamin kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, Menjaga standar mutu makanan di seluruh titik distribusi.
“Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan rutin. Ini adalah upaya investasi kesehatan. Saya menitipkan amanah besar kepada para chef untuk memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan terpenuhi tanpa toleransi,” tegas Bupati Harno.
Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, mengungkapkan bahwa dari 69 SPPG yang telah beroperasi, proses sertifikasi dilakukan secara bertahap.
“Saat ini ada sekitar 30-an chef yang mengikuti sertifikasi. Kami akan segera melakukan pendataan ulang melalui koordinator Satuan Pelayanan Persiapan Implementasi (SPPI) agar ke depannya seluruh tenaga pengolah makanan di tiap SPPG memiliki kualifikasi yang diakui secara nasional sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Gus Hanies.
Antusiasme Tenaga Pengolah MakananOptimisme juga datang dari para peserta. Yulianti, chef asal SPPG Karangharjo, Kecamatan Kragan, mengaku bangga bisa mengikuti ujian kompetensi ini.
Menurutnya, sertifikasi ini adalah bentuk pengakuan profesionalisme atas profesi yang mereka jalani.
“Tentu sangat senang. Selain menambah pengalaman, sertifikat ini meningkatkan kepercayaan diri kami dalam bekerja memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui standarisasi kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap kualitas layanan program MBG dapat meningkat secara signifikan, sehingga dampak positif dari pemenuhan gizi nasional dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat luas.












