Daerah  

Kesadaran Warga Minim, Sampah Meluber di Luar Kontainer Jl. Slamet Riyadi Rembang

Foto: Tumpukan sampah di kawasan Jl. Slamet Riyadi No. 25, Kelurahan Sumberjo. (Lp3tv/Admin)

REMBANG, Lp3tv. Com – Masalah klasik pembuangan sampah sembarangan kembali mencoreng estetika kota di wilayah Kecamatan Rembang. Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang telah menempatkan fasilitas kontainer sampah di titik strategis, tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai masih sangat rendah.



Berdasarkan pantauan di kawasan Jl. Slamet Riyadi No. 25, Kelurahan Sumberjo, tumpukan limbah plastik dan sampah rumah tangga tampak berserakan hingga meluber ke tanah di sekitar bak penampungan.



Pemandangan ini tidak hanya merusak pemandangan kota, tetapi juga menimbulkan aroma busuk yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari otoritas terkait. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Rembang, Agus Triono, menyayangkan perilaku oknum warga yang mengabaikan fungsi fasilitas publik yang telah disediakan oleh negara.

Dalam tinjauan lapangannya, Agus mengungkapkan kekecewaannya karena menemukan fakta bahwa banyak warga yang tidak memasukkan sampah ke dalam bak, melainkan hanya melemparnya ke area sekitar.

“Kami sudah menyediakan dua kontainer besar di lokasi tersebut untuk memudahkan warga. Namun sangat disayangkan, sampah malah dibuang berserakan di bawah, padahal kondisi kontainer di dalamnya sebenarnya masih kosong atau belum penuh, personil UPT sudah membersihkan mas” ujar Agus saat memberikan keterangan resmi, Senin (23/3/2026).

Menurut Agus, kebiasaan buruk ini membawa dampak berantai yang merugikan banyak pihak.

Sampah yang berserakan di tanah menambah beban kerja petugas kebersihan saat proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah yang bersentuhan langsung dengan tanah lebih cepat membusuk dan berisiko menjadi sarang penyakit, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.

Luberan sampah dikhawatirkan akan terbawa air hujan ke saluran drainase, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan dan genangan air di pemukiman warga.

DLH Kabupaten Rembang menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan penyediaan sarana prasarana tidak akan maksimal tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat.

“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga, tolong buanglah sampah ke dalam bak yang sudah tersedia. Jangan hanya asal lempar ke area sekitarnya. Kebersihan kota Rembang adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tegas Agus.

Pemerintah berharap melalui edukasi yang berkelanjutan, akan muncul kesadaran kolektif dari masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan guna mewujudkan Kabupaten Rembang yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *