CEK KONDISI: Tim dari Dintanpan Rembang melak sanakan pemeriksaan sapi di Pasar Hewan Pamotan beberapa waktu lalu. (Lp3tv/soleh)
REMBANG, Lp3tv.Com – Perubahan cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Rembang mulai memicu kekhawatiran baru bagi sektor peternakan. Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang secara resmi mengeluarkan imbauan agar para peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengungkapkan bahwa karakter virus PMK yang bersifat persisten (bertahan lama) di lingkungan membuatnya mudah menyebar kembali saat kondisi cuaca mendukung.
Meski ada ancaman sebaran virus, Agus meminta masyarakat tetap tenang. Belajar dari wabah besar sebelumnya, para peternak di Rembang dinilai sudah memiliki pengalaman dalam melakukan langkah awal secara mandiri.
“Kami berharap para peternak tidak panik. Melalui pengalaman sebelumnya, kami meyakini peternak telah memiliki kemampuan dasar untuk melakukan penanganan mandiri secara tepat,” ujar Agus Iwan, Selasa (10/3/2026).
Sebagai langkah membentengi ternak, Dintanpan saat ini tengah memacu program vaksinasi dosis penguat (booster). Hal ini menjadi krusial, terutama bagi hewan ternak yang sudah menerima vaksin lebih dari enam bulan lalu.
Poin Penting Imbauan Dintanpan: Segera hubungi petugas lapangan jika ada hewan yang menunjukkan gejala sakit, Pisahkan ternak yang sakit dari kelompoknya guna menekan risiko penularan, Pastikan ternak mendapatkan booster tepat waktu melalui fasilitas dinas.
Isu kesehatan ternak ini sempat berdampak langsung pada sisi ekonomi. Andi, seorang peternak sekaligus pedagang sapi asal Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, mengakui bahwa fluktuasi harga sempat terjadi akibat kekhawatiran penyakit.
“Benar, sebelumnya banyak yang terdampak hingga harga sapi di pasaran menurun. Namun, saat ini di lingkungan rumah maupun area pasar sudah tidak ditemukan lagi kasus PMK. Ternak saya yang sempat terdampak pun sekarang sudah pulih,” terang Andi optimis.
Meski sempat ditemukan beberapa laporan angka kesakitan di titik tertentu, Dintanpan menegaskan bahwa situasi di Kabupaten Rembang secara umum masih dalam kendali. Pemantauan ketat terus dilakukan di tingkat kecamatan hingga desa guna memastikan produktivitas peternak kembali normal menjelang musim-musim krusial.












