Dintapan Rembang Ikuti Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Kabupaten/Kota

Foto: Antusias warga mengikuti Gerakan Pangan murah di Dintapan Rembang. (Lp3tv/Admin)

Rembang, Lp3tv. Com – Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Tani secara serentak di 35 Kabupaten/Kota.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mitigasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.

Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah melalui konferensi video guna memastikan distribusi pangan murah berjalan merata di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan,Agus Iwan Haswanto,menyatakan bahwa agenda ini merupakan hasil kolaborasi masif antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog, pelaku usaha lokal, kelompok tani, serta peternak.



“Kami membantu menyalurkan kebutuhan bahan pokok langsung kepada masyarakat. Ini merupakan kerja sama dengan Bulog, para petani, peternak, BPP, hingga KTNA. Tujuannya jelas, untuk meringankan beban belanja masyarakat di tengah potensi kenaikan harga,” ujar Agus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga yang ditawarkan dalam GPM ini berada signifikan di bawah harga pasar umum. Berikut adalah rincian harga komoditas utama yang tersedia:

1.Beras Rp58.000 / 5 kg
2.Telur Ayam Rp27.000 /kg
3.Bawang Merah Rp36.000 / kg
4.Bawang Putih Rp26.000 / kg
5.Minyak Goreng Rp14.000 / liter
6.Cabai Merah Keriting Rp20.000 / kg
7.Gula Pasir Rp16.000 / kg

Untuk memastikan pemerataan dan menjaga ketertiban di tengah antusiasme warga yang telah mengantre sejak pukul 07.00 WIB, panitia menerapkan sistem pembelian berbasis KTP. Adapun ketentuan pembatasan beras maksimal 10 kg (2 kantong @5 kg) per KTP, minyak goreng maksimal 2 liter per KTP, bumbu dapur (Bawang & Cabai) maksimal 0,5 kg per komoditas.



Agus Iwan menambahkan bahwa pihaknya mengolaborasikan produk unggulan lokal dengan kegiatan yang didanai APBD ini agar masyarakat mendapatkan kualitas terbaik dengan harga subsidi.

Pihak Dinas Pertanian memprediksi adanya kenaikan harga pangan di pasar umum sebesar 10% hingga 15% mendekati lebaran. Menanggapi hal tersebut, pemerintah berencana meningkatkan frekuensi Pasar Tani pada minggu-minggu mendatang.

“Kami sangat bersyukur melihat manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dan berharap dukungan anggaran tetap berlanjut agar kegiatan ini dapat diselenggarakan secara rutin sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah,” pungkas Agus.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *