Foto: Dinas Pertanian meninjau padi petani yang terdampak wereng. (Lp3tv/Soleh)
REMBANG, Lp3tv.Com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah dengan merespons cepat keluhan petani di Dusun Ngumpleng, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori.
Langkah ini diambil menyusul laporan meluasnya serangan hama wereng serta dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Senin (2/3/2026), tim teknis dari Dintanpan Kabupaten Rembang diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan dan menyusun strategi penyelamatan tanaman padi milik petani.

Kondisi cuaca yang tidak menentu disinyalir menjadi faktor pemicu utama meledaknya populasi Hama Wereng Batang Cokelat (WBC) di wilayah Gunungsari. Serangan ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan gagal panen (puso) jika tidak segera ditangani secara sistematis.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dintanpan Kabupaten Rembang, Anung Anindhita Nugraha, mengonfirmasi bahwa pengecekan lapangan menunjukkan adanya intensitas serangan hama yang cukup signifikan.
“Memang di samping cuaca yang agak ekstrem seminggu kemarin, setelah kami cek lapangan banyak sekali yang terkena hama, terutama wereng. Kami telah mengundang PPL Kecamatan Kaliori untuk berkoordinasi,” ujar Anung.
Lebih lanjut, Anung menjelaskan bahwa langkah darurat akan segera diambil melalui koordinasi dengan Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) wilayah Kabupaten Rembang.

“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan kegiatan Gerdal (Gerakan Pengendalian) hama di wilayah Gunungsari sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran hama,” tegasnya.
Langkah proaktif pemerintah daerah ini mendapat apresiasi positif dari para petani setempat. Sunardi (48), petani asal Dusun Ngumpleng, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran langsung pihak dinas dan penyuluh di lahan pertanian mereka.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan PPL yang sudah hadir langsung melakukan survei terkait dampak hama wereng dan angin kencang yang dialami petani di Dusun Ngumpleng. Saya sangat mengapresiasi tindakan nyata ini,” kata Sunardi.
Ia juga menambahkan bahwa para petani sangat menantikan bantuan stimulan berupa obat-obatan pengendalian wereng yang telah dijanjikan oleh pihak dinas.
“Harapan kami, bantuan segera direalisasikan agar petani yang baru memulai masa tanam dapat mengendalikan tanamannya hingga masa panen tiba, sehingga produktivitas kami tetap terjaga tanpa gangguan hama lagi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Gerdal yang direncanakan, Dintanpan Kabupaten Rembang berharap dapat meminimalisir kerugian materiil petani dan memastikan pasokan pangan di tingkat desa maupun kabupaten tetap stabil di tengah tantangan iklim yang dinamis.












