Foto: Jenis cabe rawit. (Lp3tv/Admin)
REMBANG,Lp3tv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) resmi melakukan langkah intervensi pasar guna menyikapi lonjakan harga komoditas pangan yang kian fluktuatif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyaluran subsidi pangan, khususnya pada komoditas cabai merah rawit, yang dilaksanakan di kawasan Kampung Ramadan, Jalan Gatot Soebroto, Rembang.
Langkah ini diambil menyusul laporan kenaikan harga cabai di sejumlah pasar tradisional yang telah menyentuh angka signifikan, yakni berkisar antara Rp100.000 hingga Rp125.000 per kilogram.
Kondisi ini dinilai membebani daya beli masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi selama bulan suci Ramadan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Ini merupakan upaya intervensi langsung dari pemerintah. Saat ini harga di pasaran sudah menembus Rp125.000 per kilogram, sementara melalui program ini, kami menjualnya dengan harga Rp65.000 per kilogram,” ujar Ajeng saat ditemui di lokasi kegiatan.
Untuk menjamin distribusi yang merata dan tepat sasaran, pihak panitia menerapkan aturan ketat untuk setiap pembeli wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli,maksimal pembelian dibatasi sebanyak 2 kilogram per KTP, produk disediakan dalam kemasan praktis mulai dari 0,5 kilogram dengan harga Rp32.500 guna memudahkan masyarakat.
Sebanyak 200 kilogram cabai jenis merah rawit (cabai setan) didatangkan langsung melalui dukungan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah untuk mencukupi kebutuhan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang disambut antusias oleh warga ini juga melibatkan kerja sama dengan badan usaha milik daerah, yakni PT Jateng Agro Berdikari (JATB).

Selain fokus pada komoditas cabai, pemerintah juga menyediakan berbagai produk pangan berkualitas dengan harga di bawah harga pasar (HAP), antara lain:
Beras Organik Mentik Wangi: Dijual dengan harga diskon Rp15.000 per kilogram.
Produk Diversifikasi Pangan: Mi rendah gula, tepung mocaf, serta mi mocaf yang dibanderol dengan harga terjangkau.
Melalui momentum Kampung Ramadan ini, Pemkab Rembang berharap gejolak harga pangan dapat segera diredam.
Upaya intervensi ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah selama masa hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Diharapkan dengan adanya pasokan pangan bersubsidi ini, harga di tingkat pedagang pasar dapat berangsur stabil seiring dengan terpenuhinya kebutuhan masyarakat melalui jalur distribusi resmi pemerintah.












