Lawan Polusi dan Banjir, Mahasiswa KKN UGM Hadirkan Insinerator Minim Asap di Rembang

Foto: PPM UGM “Gumilang Gunem” menciptakan sebuah insinerator pembakar sampah minim asap.(Lp3tv/doc.Pemkab).

REMBANG – Masalah sampah seringkali menjadi bom waktu yang memicu banjir hingga penyakit. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa KKN-PPM UGM “Gumilang Gunem” menciptakan terobosan praktis di Desa Panohan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang: sebuah insinerator pembakar sampah minim asap.

​Inovasi ini lahir dari kegelisahan akan pengelolaan sampah desa yang belum optimal. Dibidani oleh tiga mahasiswa—Hafiz, Faruq, dan Kemal—alat ini dirancang untuk menghancurkan sampah secara signifikan tanpa menyisakan kepulan asap hitam yang menyesakkan dada.

​”Sistem pembakarannya dibuat lebih sempurna, sehingga emisinya sangat rendah. Ini cara aman untuk mengurangi volume sampah tanpa mengorbankan kualitas udara warga,” ungkap Kemal, salah satu perwakilan tim.

​Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sailal Arimi, M.Hum, menegaskan bahwa alat ini adalah jawaban nyata bagi isu lingkungan di tingkat akar rumput.

Senada dengan itu, Kepala Desa Panohan, Amir, memberikan jempol untuk karya mahasiswa ini.

“Alatnya mudah dibuat dan yang paling penting, tidak mengganggu pernapasan warga. Ini solusi yang kami butuhkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *