Daerah  

Sulap Pertanian Tradisional, Petani Kaliori Rembang Bikin Alat Tanam Canggih Buat Gaet Generasi Muda

Foto: Alat tanam modern berbasis metode Advanced Agricultural System.(Lp3tv/Sholeh)

REMBANG, Lp3tv.com – Sektor pertanian di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali menunjukkan taringnya. Di tengah ancaman krisis tenaga kerja di pedesaan, para petani lokal sukses melahirkan inovasi mekanisasi alat tanam modern berbasis metode Advanced Agricultural System (PM AAS). Langkah cerdas ini hadir sebagai jawaban konkret demi mengamankan ketahanan pangan wilayah.

Sosok di balik terobosan ini adalah Sumardi, seorang petani sekaligus inovator asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori. Berawal dari jerit payah dan kendala riil yang ia temui di sawah, Sumardi merancang alat penanam benih (seeder) yang disandingkan dengan mesin pengolah tanah (rotavator).

“Ide kami berangkat dari pengalaman di lapangan. Kita terapkan sesuai kebutuhan petani di kawasan Kaliori, khususnya Rembang. Karena adanya kekurangan tenaga kerja, kami berinovasi membuat alat yang nantinya bisa mempermudah proses penanaman,” ungkap Sumardi.

Riset mandiri yang dilakukan Sumardi tidak memakan waktu singkat. Uji coba alat dan metode baru ini sudah bergulir sejak tahun 2023 dan terbukti membuahkan hasil manis.
Penggunaan kombinasi alat modern ini membawa dampak signifikan.

Proses tanam serempak untuk menghemat waktu pengerjaan lahan secara drastis dan dapat memangkas ketergantungan pada jumlah buruh tani manual, metode sangat ampuh diterapkan di kawasan yang memiliki keterbatasan sumber daya air.

Bagi Sumardi, inovasi ini bukan sekadar soal mempermudah kerja di sawah. Ada misi lebih besar yang diusung, yakni mengubah citra pertanian agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh anak muda.

“Harapan ke depan, pertanian kita bisa lebih maju dan modern, sehingga generasi muda tertarik untuk menjadi petani. Tujuan utamanya adalah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegasnya optimistis.

Melihat keberhasilan di Desa Sidomulyo, metode PM AAS dan alat modifikasi ini diharapkan dapat direplikasi secara masif ke berbagai penjuru Kabupaten Rembang demi mendongkrak produktivitas panen padi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *