Foto: Kepala ikan manyung yang di nikmati dengan lontong. (Lp3tv/Admin)
Pati, Lp3tv.Com – Jika biasanya lontong disajikan dengan opor ayam atau tahu campur, di pesisir utara Jawa, tepatnya di Kabupaten Pati, muncul perpaduan kuliner yang kian digemari warga Lontong Kepala Manyung.
Kombinasi antara tekstur lontong yang lembut dengan kuah santan pedas kepala ikan manyung memberikan sensasi rasa yang luar biasa.
Kepala ikan manyung, yang dikenal melalui olahan “Mangut,” memiliki cita rasa khas yang smoky karena melalui proses pengasapan sebelum dimasak.

Ketika dipadukan dengan potongan lontong, kuah santan yang kental dan kaya rempah meresap sempurna, menciptakan harmoni rasa gurih, pedas, dan segar dalam satu piring.
Bagi para pencinta kuliner pedas, bagian kepala manyung adalah primadona. Menyesap bumbu yang merasuk hingga ke sela-sela tulang kepala ikan memberikan kepuasan tersendiri.
Tak jarang, warung-warung yang menyajikan menu ini selalu ramai dikunjungi pembeli, terutama saat jam makan siang.

“Perpaduan lontong dan kepala manyung ini unik. Biasanya kan pakai nasi, tapi kalau pakai lontong rasanya lebih ringan namun tetap mengenyangkan. Apalagi kuah mangutnya yang pedas nendang, benar-benar bikin nagih,” ujar Riyanto penikmat kuliner di warung 2 putri Desa Trolu.
Kepopuleran menu ini juga menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di sektor kuliner. Pemanfaatan hasil laut lokal seperti ikan manyung tidak hanya melestarikan warisan resep turun-temurun, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk perikanan daerah.
Bagi Anda yang sedang melintasi jalur Juwana menuju Desa kuburan atau berkunjung ke wilayah Rembang dan sekitarnya, mencicipi Lontong Kepala Manyung adalah agenda yang wajib masuk dalam daftar perjalanan.
Harganya yang relatif terjangkau dengan porsi yang melimpah menjadikannya kuliner rakyat yang berkelas.










