Pesan Mendalam Ustadz Maskuri Pengampu Majelis Taajul Qudrah di Akhir 10 Suro



REMBANG, Lp3tv.com – Memasuki fase akhir 10 Suro, suasana khidmat dan sakral menyelimuti Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Majelis Taajul Qudrah Asmaul Husna menggelar agenda tahunan bertajuk “Ukhuwah Spiritual” yang dihadiri oleh jamaah dari berbagai lintas kota.

Acara ini digelar sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sekaligus mempertebal benteng spiritualitas para jamaah.

Rangkaian acara yang berlangsung khusyuk ini diawali dengan pembukaan berupa lantunan suci ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh Sukadi. Gema wahyu ilahi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin secara khidmat oleh Irhamun, mengirimkan doa-doa terbaik sekaligus mengondisikan batin para jamaah yang hadir.




Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh pengampu Majelis Taajul Qudrah Asmaul Husna, Ustadz Maskuri. Dalam mauidhoh hasanah-nya, ia menekankan pentingnya melakukan refleksi diri (muhasabah) melalui perenungan doa dan zikir.

“Zikir dan doa yang mendalam akan membuat kita mampu mengamati kehidupan diri masing-masing. Dari sana kita bisa paham dan mengoreksi diri, apakah langkah hidup kita selama ini sudah benar atau justru salah melangkah,” ujar Ustadz Maskuri.

Ia juga mengingatkan bahwa untuk membangun kesadaran spiritual yang kokoh, seseorang harus sering-sering mengingat datangnya kematian. Dalam mengarungi kehidupan, manusia wajib membekali diri dengan sifat jujur, ikhlas, serta kemudahan untuk memaafkan kesalahan orang lain yang diarahkan kepada diri kita.



Lebih lanjut, Ustadz Maskuri menambahkan bahwa peningkatan nilai spiritual tidak hanya dilakukan di dalam masjid atau majelis, tetapi juga harus diimbangi dengan tadabbur alam membaca dan merenungi tanda-tanda kebesaran Allah melalui semesta.

Di akhir ceramahnya, ia menyelipkan pesan menyentuh agar seluruh jamaah senantiasa menghadapi setiap ujian hidup dengan modal keikhlasan, kesabaran, dan keridaan hati.


Selepas siraman rohani, acara berlanjut ke ritual inti majelis. Para jamaah mengikuti peragaan gerak jurus Asmaul Husna, prosesi penyelarasan, pengijazahan ilmu, hingga momen renungan bersama yang mengharukan.



Suasana emosional semakin terasa saat seluruh jamaah melakukan mushafahah atau bersalaman bersama, saling melebur salah dan khilaf. Rangkaian malam sakral tersebut kemudian ditutup dengan ritual penyucian sabuk sebagai simbol pembersihan diri dari energi negatif dan pemantapan komitmen spiritual.

Majelis Taajul Qurah Asmaul Husna dikenal sebagai salah satu poros spiritual yang konsisten di Rembang. Selain agenda besar tahunan di bulan Suro, majelis ini rutin menggelar Istighosah Mbah Hasyim Asy’ari setiap malam Jumat. Tak hanya itu, sebulan sekali mereka juga mengadakan ngaji kitab-kitab klasik.



Sejak berdiri pada tahun 2009, majelis ini tetap istikamah mempertahankan pendekatannya yang universal. Mereka tidak hanya fokus pada ritual ibadah, tetapi juga menjadi wadah pemersatu yang merangkul keberagaman jamaah dari berbagai daerah demi menjaga kerukunan antarsesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *