REMBANG, Lp3tv.com – Sektor pertanian tembakau di Kabupaten Rembang terus dibenahi demi menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan para petani. Memasuki momen panen raya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang makin mempererat kolaborasi tiga pilar utama: pemerintah daerah, petani, dan mitra swasta.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menegaskan bahwa komunikasi harmonis antara Pemkab Rembang, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), dan PT Sadana Arif Nusa adalah fondasi vital agar komoditas unggulan ini tetap eksis dan berdaya saing tinggi

“Panen raya ini ditujukan untuk menjaga kekompakan antara pemerintah kabupaten melalui dinas, teman-teman petani melalui APTI, dan PT Sadana Arif Nusa. Ketiga pihak ini harus berkomunikasi dengan baik agar pertembakauan Rembang terus bisa eksis,” ujar Agus Iwan di sela-sela kegiatan panen raya.
Kehadiran tiga pilar ini memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam rantai produksi tembakau Rembang.
Pemerintah Kabupaten Rembang: Memaksimalkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menyalurkan bantuan nyata bagi petani, mulai dari pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga berbagai pelatihan peningkatan kapasitas (upskilling).

PT Sadana Arif Nusa: Bertindak sebagai pembeli dan mitra strategis yang memberikan kepastian pasar serta penyerapan hasil panen secara optimal.
APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia): Menjadi jembatan aspirasi, menyalurkan suara, kendala, dan saran para petani langsung kepada dinas maupun pihak swasta.
Di balik gempita panen raya, para petani masih dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, khususnya terik matahari yang menyengat. Agus Iwan meluruskan anggapan keliru yang kerap berkembang di kalangan petani terkait proses pascapanen.
Banyak petani percaya bahwa semakin terik sinar matahari saat penjemuran, maka kualitas tembakau akan makin bagus. Padahal, suhu ekstrem tanpa pengelolaan yang tepat justru merusak kualitas daun tembakau dan menekan harga jual di pasaran.
“Terik yang terlalu tinggi, jika tidak dikelola dengan baik, justru dapat menurunkan kualitas tembakau. Sebagian petani menganggap semakin terik penjemuran akan semakin bagus, padahal pada titik tertentu hal itu justru menurunkan kualitas dan berdampak pada harga,” terangnya.
Menanggapi masalah ini, Dintanpan bersama PT Sadana menggiatkan pendampingan edukatif di lapangan guna membekali petani teknik pengolahan pascapanen yang tepat di tengah perubahan iklim.
Menutup penyampaiannya, Agus Iwan memberi semangat kepada seluruh petani tembakau di Rembang untuk terus berinovasi dan tidak patah semangat. Evaluasi dari tantangan cuaca musim ini diharapkan menjadi modal berharga untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas tembakau di tahun depan.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, kemitraan swasta, dan wadah petani, Rembang optimistis dapat terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas tinggi di Jawa Tengah.












