Foto: Jalan Sumber -Sulang yang baru selesai di resmikan kondisi retak dan batu jalan amblas (Lp3tv/Admin)
REMBANG – Intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada ketahanan infrastruktur daerah. Dilaporkan, sejumlah ruas jalan yang baru saja selesai dibangun dan diresmikan kini mengalami keretakan pada badan jalan serta penurunan (amblas) pada bagian bahu jalan, Selasa (13/1/2026).
Fenomena Tanah Labil dan Faktor Cuaca
Kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh kondisi tanah yang labil, yang kemudian diperparah oleh saturasi air hujan yang terus-menerus meresap ke dalam lapisan tanah dasar.
Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran struktur tanah di bawah aspal, sehingga memicu keretakan signifikan pada permukaan jalan yang baru saja diserahterimakan tersebut.
Hingga Selasa siang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terpantau menyelimuti sebagian besar wilayah Rembang, yang meningkatkan risiko meluasnya kerusakan jika tidak segera dilakukan penanganan darurat.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di jalur yang melintasi wilayah Desa Logede. Berdasarkan laporan dari warga setempat, kerusakan terlihat cukup kontras karena status jalan tersebut merupakan proyek yang belum lama rampung.
Munir, seorang warga Desa Logede, memberikan konfirmasi mengenai situasi terkini melalui pesan singkat. Ia menyebutkan bahwa pihak pelaksana proyek atau instansi terkait telah merespons cepat laporan masyarakat dengan melakukan langkah-langkah perbaikan di lokasi kejadian.
”Jalan yang retak sudah mulai diperbaiki namun memang belum selesai sepenuhnya. Sementara itu, untuk bagian bahu jalan yang amblas, saat ini sudah mulai dilakukan dropping material (pengurukan kembali),” jelas Munir dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/1/2026).
Respons Pemerintah dan Langkah Mitigasi
Meskipun jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan atau baru saja diresmikan, penurunan fungsi infrastruktur akibat faktor alam menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Rembang.
Masyarakat berharap agar perbaikan tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi juga menyentuh penguatan fondasi jalan mengingat karakteristik tanah di wilayah tersebut yang cenderung bergerak saat musim penghujan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang diharapkan segera melakukan evaluasi teknis terhadap kualitas pengerjaan dan sistem drainase di sekitar lokasi yang terdampak.
Hal ini penting dilakukan guna memastikan bahwa anggaran besar yang telah dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur tidak terbuang sia-sia akibat kerusakan yang berulang.
Imbauan Bagi Pengguna Jalan
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada saat melintasi jalur-jalur yang mengalami keretakan, terutama pada malam hari atau saat hujan deras berlangsung.
Kondisi bahu jalan yang amblas berpotensi membahayakan kendaraan bertonase besar jika terlalu menepi ke pinggir jalan.
Pihak otoritas setempat berjanji akan terus memantau titik-titik rawan longsor dan jalan amblas di seluruh wilayah Rembang guna menjamin keselamatan dan kelancaran arus transportasi publik.












