Majelis Dzikir Taajul Qudrah Asmaul Husna Tekankan Duduk Di Majelis Ilmu, Benteng Hati Gersang Dan Dosa

Foto: Puluhan jamaah Majelis Dzikir Taajul Qudrah Asmaul Husna Istiqomah Selapanan (Lp3tv/Admin)

REMBANG, Lp3tv.Com – Di tengah kesunyian Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, suasana hangat justru terpancar dari kediaman Majelis Dzikir Taajul Qudrah Asmaul Husna. Pada Minggu (11/1/2026) malam, puluhan jamaah berkumpul melingkar, memadati serambi untuk mengikuti tradisi selapanan (siklus 36 hari sekali) yang jatuh pada malam Senin Wage.

Bukan sekadar pertemuan rutin, malam itu menjadi momen istimewa bagi warga setempat untuk meneguk “embun” spiritual melalui pembacaan Asmaul Husna dan kajian mendalam kitab klasik, Washiyatul Mushtofa.

Kitab Washiyatul Mushtofa bukanlah naskah biasa. Kitab ini merangkum untaian wasiat spiritual Rasulullah SAW kepada sahabat Ali bin Abi Thalib RA, yang disusun apik oleh Syekh Asy-Sya’rani.



Di bawah bimbingan Ustadz Maskuri, pengasuh majelis, isi kitab ini dikupas sebagai panduan etika dan rahasia ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ceramahnya, Ustadz Maskuri menekankan bahwa di era modern yang serba cepat, manusia rentan mengalami kekeringan batin. Mengaji kitab ulama salaf adalah cara terbaik untuk menjaga kelembutan hati.

“Tujuan kita mengaji agar hati tidak menjadi keras. Ilmu itu ibarat air hujan bagi tanah yang kering; ia menghidupkan hati yang mati,” tutur Ustadz Maskuri dengan teduh.

Tidak hanya soal ketenangan jiwa, Ustadz Maskuri juga membakar semangat para jamaah dengan menjelaskan fadhilah atau keutamaan menuntut ilmu.



Beliau menyebutkan bahwa duduknya seseorang di dalam majelis bersama orang alim menjanjikan tujuh kemuliaan besar di dunia dan akhirat.

“Majelis ilmu adalah benteng. Ia mencegah kita tergelincir dalam dosa sekaligus menjadi saluran mengalirnya keberkahan doa dari para guru ke dalam urusan dunia kita,” tambahnya.

Kajian selapanan ini telah menjadi momentum recharge spiritual bagi masyarakat Krikilan. Kitab Washiyatul Mushtofa dipilih karena sifatnya yang praktis dan sangat relevan untuk dipraktikkan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama yang khusyuk dan ramah tamah sederhana. Melalui pengajian ini, Majelis Taajul Qudrah berharap setiap jamaah tidak hanya pulang membawa wawasan, tetapi juga membawa hati yang lebih bersih dan tenang untuk menghadapi rutinitas esok hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *