Daerah  

Surga Tersembunyi,Pesona Eksotis Air Terjun Kalimancur Lasem

Foto: Air Terjun Kalimancur Lasem (Lp3tv/Admin)

Rembang, Lp3tv.Com – Bagi para pemburu ketenangan, deru air yang jatuh di antara tebing batu dan rimbunnya hutan kini menjadi daya tarik utama di Kabupaten Rembang. Air Terjun Kalimancur, sebuah permata tersembunyi di bawah Bukit Pegunungan Gowak, Kecamatan Lasem, kini tengah naik daun dan menjadi primadona baru bagi pecinta wisata alam.

Bukan sekadar air terjun biasa, Kalimancur menawarkan paket lengkap: petualangan yang memacu adrenalin, kesegaran air pegunungan yang murni, hingga lanskap hijau yang menyegarkan mata.

Berjarak sekitar 8 kilometer dari jalur Pantura Lasem, perjalanan menuju lokasi adalah bagian dari keseruan itu sendiri. Pengunjung akan ditantang oleh jalur berliku khas perbukitan. Ada dua gerbang masuk utama, yakni melalui Desa Sendangasri atau Desa Kajar, di mana gapura oranye bertuliskan “Desa Wisata Gowak” menyambut sebagai penanda petualangan dimulai.

Hanya dengan biaya parkir yang sangat terjangkau—sebesar Rp5.000—pengunjung sudah bisa menikmati kemegahan alam ini. Dari area parkir, sebuah jalan setapak sejauh 150 meter akan menuntun Anda menuju air terjun bagian bawah. Bagi jiwa petualang yang ingin melihat “Danau Batu” dan air terjun bagian atas, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.

Keindahan Kalimancur yang viral di media sosial terbukti bukan sekadar kamera. Revalina Fatarani, seorang pengunjung, mengaku takjub meski jalur yang ditempuh cukup menantang.

“Aksesnya memang agak ekstrem dan licin, tapi terbayar lunas. Airnya jernih, dingin, dan segar sekali, apalagi sekarang sedang musim hujan jadi debit airnya sedang cantik-cantiknya,” ungkap Reva dengan antusias.

Senada dengan Reva, pengunjung lain seperti Latifa dan Fadila sengaja datang jauh-jauh hanya untuk merasakan langsung atmosfer pegunungan Lasem yang masih asri.

Tidak hanya sekadar berkunjung singkat, banyak pula wisatawan yang memilih untuk berkemah (camping) demi menikmati suasana malam yang tenang di pelukan alam.

Popularitas Kalimancur kini telah menembus batas wilayah Rembang. Istoyo, salah satu pengelola, membeberkan bahwa pada hari Minggu, jumlah pengunjung bisa melonjak hingga dua kali lipat dari hari biasa.

“Pengunjung kami datang dari Tuban, Pati, hingga Blora. Mulai dari anak muda yang hobi foto-foto sampai orang tua yang ingin healing. Rata-rata harian ada 20-30 orang, kalau akhir pekan bisa jauh lebih ramai,” jelas Istoyo.

Karena Air Terjun Kalimancur bersifat musiman, musim penghujan adalah waktu terbaik untuk berkunjung guna menyaksikan derasnya tirai air yang memukau. Namun, pengunjung diingatkan untuk tetap berhati-hati karena jalur setapak yang bisa menjadi cukup licin.

Bagi Anda yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kota, Air Terjun Kalimancur adalah jawaban sempurna untuk menemukan kembali ketenangan di tengah keasrian hutan Lasem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *