Perluas Akses Ekonomi, Pemerintah Kabupaten Rembang Resmikan Pasar Hewan Pamotan Baru

Foto: Suasana peresmian pasar hewan Pamotan Rembang (Lp3tv.com/Admin)


REMBANG, Lp3tv. Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang secara resmi mengoperasikan Pasar Hewan Pamotan yang baru pada Selasa (30/12/2025). Berlokasi strategis sekitar 500 meter di sebelah timur lokasi pasar lama, peresmian ini menandai babak baru dalam peningkatan pelayanan perdagangan ternak di wilayah Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menjelaskan bahwa relokasi ini didasari oleh kondisi pasar lama yang sudah melampaui kapasitas operasional. Dengan luas hanya 5.000 meter persegi, aktivitas jual beli ternak di lokasi sebelumnya kerap memicu kemacetan lalu lintas dan ketidaknyamanan bagi para pedagang.

“Pasar Hewan Pamotan yang baru ini berdiri di atas lahan seluas 20.853 meter persegi atau lebih dari dua hektare. Pembangunan tahap pertama ini menggunakan alokasi APBD Kabupaten Rembang sebesar kurang lebih Rp3,3 miliar,” jelas Mahfudz.

Fasilitas yang telah tersedia pada tahap awal mencakup dua los ternak besar, satu los terbuka, serta los khusus ternak kecil (kambing).



Pemkab juga telah melengkapi pasar ini dengan sarana penunjang modern, meliputi:

Area bongkar muat dan timbangan hewan digital,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menjaga sanitasi lingkungan,Fasilitas sanitasi (toilet), area parkir yang luas, gapura, serta sistem drainase,Akses jalan internal menggunakan rabat beton untuk memudahkan mobilitas kendaraan pengangkut.

Bupati Rembang, H. Harno, dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian ini merupakan perwujudan dari aspirasi masyarakat yang telah lama dinantikan. Kendati demikian, ia menekankan bahwa pembangunan tidak akan berhenti di tahap ini.

“Dahulu luasnya hanya 5.000 meter persegi, sekarang sudah lebih dari 20.000 meter persegi. Namun, evaluasi akan terus kami lakukan seiring berjalannya operasional pasar untuk memastikan fasilitas yang tersedia mampu melayani kebutuhan pedagang secara optimal,” tegas Bupati Harno.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa rencana pengembangan tahap kedua telah dijadwalkan pada tahun 2026 guna menyempurnakan kualitas layanan dan kapasitas daya tampung pasar.



Dalam kesempatan tersebut, Bupati Harno juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Perhutani, khususnya KPH Mantingan. Kerja sama ini terjalin melalui mekanisme pinjam pakai lahan yang sebagian digunakan untuk kawasan pasar.

“Kolaborasi dengan KPH Mantingan sangat krusial dalam penyediaan fasilitas publik ini. Kami juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan kawasan di sekitar pasar guna menunjang kegiatan ekonomi, seperti usaha jasa parkir maupun sektor pendukung lainnya, sepanjang tetap mematuhi regulasi yang berlaku,” imbuhnya.

Peresmian Pasar Hewan Pamotan diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat visi misi Bupati Harno dan Wakil Bupati Hanies dalam menyediakan sarana prasarana publik yang representatif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *