Foto: Audensi Beberapa LSM dengan Pemangku kepentingan di Gedung DPRD Rembang. (Lp3tv/Soleh)
REMBANG, LP3tv.com – Nasib pengelolaan Taman Kartini yang menjadi ikon wisata Kabupaten Rembang menjadi sorotan tajam.
Menanggapi kondisi taman yang kian memprihatinkan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Tajam yang di koordinatori langsung oleh Sunarto, selaku ketuanya. menggelar audiensi di Gedung DPRD Rembang pada Selasa (01/04/2026).
Audiensi tersebut menghadirkan pemangku kebijakan lintas sektor, mulai dari Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf (Fraksi PPP), Kepala Dinas Pariwisata, Prapto Raharjo, hingga jajaran Komisi IV DPRD Rembang yang diwakili oleh Kumoro (Fraksi Demokrat), Puji Santoso (Fraksi Gerindra), dan Supriyadi (Fraksi Nasdem).
Dalam forum tersebut, terungkap fakta mengejutkan mengenai anggaran pembangunan yang selalu kandas. Anggota Komisi IV, Puji Santoso, memaparkan bahwa anggaran besar sebenarnya telah dialokasikan sejak tahun 2023 sebesar Rp9 miliar, disusul tahun 2024 sebesar Rp8 miliar, dan terakhir tahun 2025 sebesar Rp7 miliar.

Namun, Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya, Mutaqin, tidak berani mengeksekusi anggaran tersebut dengan alasan waktu pengerjaan yang terlalu mepet.
Alhasil, proyek pembangunan Taman Kartini gagal terlaksana selama tiga tahun berturut-turut, meninggalkan status pembangunan yang tidak jelas hingga saat ini.
Aktivis Lembaga Pemantau Pelayanan Informasi Publik (LP3), Sunardi, yang turut hadir dalam forum tersebut, memberikan kritik sekaligus solusi konkret. Ia menyayangkan kondisi pinggiran pantai Taman Kartini yang kini dipenuhi tumpukan sampah dan terlihat kumuh.

“Untuk jangka pendek, kelola dulu kebersihannya agar tidak terlihat kumuh. Sedangkan untuk jangka panjangnya, setiap event di Rembang alangkah baiknya dialihkan ke Taman Kartini. Tujuannya supaya taman ini hidup lagi dan tidak ‘mati suri’,” tegas Sunardi.
Merespons aspirasi dari Aliansi Tajam dan LP3, Kepala Dinas Pariwisata saat ini, Prapto Raharjo, menyampaikan apresiasinya. Ia berkomitmen untuk mengembalikan Taman Kartini sebagai ikon wisata kebanggaan warga Rembang.
Sebagai penutup audiensi, Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf, menetapkan tiga poin kesimpulan utama untuk menyelamatkan Taman Kartini.
Taman Kartini ditegaskan tetap menjadi objek wisata daerah. Penyelamatan taman dilakukan melalui tiga tahapan: jangka pendek, menengah, dan panjang.
Jangka Pendek: Memerintahkan OPD terkait untuk segera menangani masalah kebersihan.
Jangka Menengah: Segera menjalin kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga.
Jangka Panjang: Mengupayakan kucuran anggaran dari pemerintah pusat melalui Detail Engineering Design (DED) yang telah disiapkan.
“Kami sudah siapkan DED-nya untuk menggaet anggaran pusat,” pungkas Abdul Rouf sebelum mengakhiri forum tersebut. Dengan adanya kesepakatan ini, publik kini menanti langkah nyata pemerintah agar Taman Kartini tidak lagi sekadar menjadi catatan anggaran yang gagal terserap.












