Foto: Kondisi Akses Jalan Pasar Kuniran pasca hujan senin 2 maret 2026.(Lp3tv/Admin)
PATI, Lp3tv.Com – Masalah klasik banjir genangan kembali menghantui para pengguna jalan dan pedagang di kawasan Pasar Kuniran, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, ruas jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer di jalur Kuniran–Batangan tersebut dipastikan berubah menjadi kubangan air yang mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin sore (2/3/2026), genangan air tampak menutupi badan jalan dengan ketinggian yang bervariasi. Kondisi terparah berada tepat di depan area Pasar Kuniran. Banyak kendaraan roda dua yang terpaksa memperlambat lajunya.
Diduga kuat, penyebab utama banjir musiman ini adalah sistem drainase atau pembuangan air yang tidak lagi mampu menampung volume air hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
Kurangnya sodetan atau pendangkalan gorong-gorong disinyalir menjadi biang keladi air meluap hingga ke badan jalan.
Kondisi ini sangat disayangkan oleh warga, terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan di mana aktivitas masyarakat di sore hari meningkat untuk mencari menu berbuka puasa.Genangan air yang keruh mengurangi kenyamanan warga yang ingin bertransaksi di pasar maupun di pinggir jalan.
Mei Indah Putri Pertiwi, salah seorang warga yang sedang melintas untuk membeli takjil, membenarkan bahwa kawasan tersebut sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan menyapa.
“Setiap hujan di sini selalu tergenang air jalannya. Entah apa penyebab pastinya, apakah memang kondisi jalannya yang terlalu rendah atau kurangnya gorong-gorong pembuangan air,” ujar Putri saat ditemui di sela kegiatannya membeli takjil pada Senin sore (2/3/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata agar permasalahan ini tidak berlarut-larut setiap tahunnya. “Kalau dibiarkan terus, selain jalan cepat rusak, kami yang mau belanja kalau banjir atau lewat sini juga susah, Mas,” tambahnya.
Selain menghambat mobilitas, genangan air yang sering merendam aspal jalan sepanjang 1 km ini dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan struktur jalan.
Aspal yang sering terendam air cenderung lebih mudah mengelupas dan menimbulkan lubang-lubang baru yang membahayakan pengendara, terutama saat tertutup genangan air sehingga tidak terlihat.
Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di Kecamatan Batangan, khususnya di titik-titik rawan seperti Pasar Kuniran.
Normalisasi saluran air serta pembangunan gorong-gorong yang lebih luas dianggap sebagai solusi mendesak agar Jalan Kuniran tidak lagi menjadi “sungai dadakan” setiap kali hujan turun.
Akses Jalan Pasar Kuniran Batangan Terendam Banjir Tiap Hujan Deras, Drainase Diduga Tak Mampu Tampung Debit Air












