Foto: Perawatan ayam petelur di BUMDes Taman Langit Desa Maguan (Lp3tv/Admin).
REMBANG, Lp3tv.Com – Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, kini tengah menjadi sorotan positif melalui serangkaian langkah strategis pemerintah desanya. Tak hanya menjawab kritik warga soal infrastruktur dengan kepastian pembangunan jalan, Pemdes Maguan juga resmi meluncurkan unit usaha ayam petelur melalui BUMDes “Taman Langit” sebagai motor baru ekonomi desa.
Polemik mengenai kondisi jalan di RT 03 hingga RT 04 yang sempat memicu perbincangan hangat di warung kopi akhirnya mendapat kepastian. Kepala Desa Maguan, Saiful Amri, memastikan bahwa pembangunan jalan poros desa menuju Meteseh tersebut akan dieksekusi tahun ini.
Saiful menegaskan bahwa anggaran untuk material paving sudah siap dan telah masuk dalam rencana kerja tahunan. Ia meminta warga untuk sedikit bersabar menunggu proses administratif pencairan dana desa.
“Tahun ini pembangunan jalan dengan paving sudah ada anggarannya. Begitu Dana Desa (DD) turun, langsung kami kerjakan. Kami berkomitmen pembangunan tidak hanya soal estetika seperti taman, tapi juga urat nadi ekonomi yaitu jalan desa,” tegas Saiful di kutip dari Mondes.co.id, Rabu (4/2/2026).
Di sisi lain, Desa Maguan menunjukkan taringnya dalam pengelolaan ekonomi. BUMDes “Taman Langit” secara resmi meluncurkan unit usaha peternakan ayam petelur yang diproyeksikan menjadi pilar utama Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pada tahap awal, sebuah kandang dengan teknologi sanitasi modern telah berdiri dan menampung sekitar 500 ekor bibit ayam petelur (pullet) unggulan. Menariknya, proyek ini mengedepankan aspek lingkungan sehingga tidak menimbulkan bau yang mengganggu warga.
Eko Supriyanto, Bendahara BUMDes Maguan, menjelaskan bahwa pilihan pada ayam petelur diambil karena pasar di Rembang yang sangat stabil.
“Telur adalah kebutuhan pokok. Dengan memproduksi sendiri, kami bisa memangkas rantai distribusi sehingga harga untuk warga lokal lebih kompetitif,” jelasnya.
Pembangunan unit usaha ini bukan sekadar mengejar profit. Kades Saiful Amri menekankan tiga misi utama dari proyek BUMDes ini:Memastikan ketersediaan protein hewani terjangkau bagi warga dan hasil produksi telur akan disinergikan dengan program kesehatan desa untuk seluruh tenaga kerja operasional kandang adalah warga asli Desa Maguan.
“Modal pembangunan ini dari Dana Desa yang dikelola transparan. Hasilnya harus kembali ke masyarakat, baik untuk infrastruktur maupun bantuan sosial,” tambah Saiful.
Ke depan, BUMDes “Taman Langit” tidak hanya akan berhenti pada penjualan telur. Telah disiapkan rencana jangka panjang untuk mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik padat. Pupuk ini nantinya akan didistribusikan kepada petani Desa Maguan, menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan.
Dengan kepastian perbaikan jalan yang segera terealisasi dan operasional BUMDes yang produktif, Desa Maguan kini diharapkan bertransformasi menjadi desa yang tidak hanya cantik secara visual, tapi juga tangguh secara ekonomi dan infrastruktur.
Kepastian Perbaikan Jalan Desa Maguan Hingga Gebrakan Ayam Petelur BUMDes “Taman Langit” Tahun 2026.












