Foto: kondisi jalan PU yang ada di dusun Cendono.(Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.Com – Penantian masyarakat di wilayah Kecamatan Sumber dan sekitarnya terkait perbaikan infrastruktur jalan kini memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) mengonfirmasi bahwa perbaikan ruas jalan Landoh-Sekarsari telah resmi masuk dalam skema pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun anggaran 2026.
Langkah strategis ini merupakan respon atas kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan cukup signifikan, yang selama ini menjadi kendala utama bagi mobilitas ekonomi warga, khususnya para petani tembakau di wilayah tersebut. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Alokasi Anggaran dan Mekanisme Pelaksanaan
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Taru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan bahwa proyek ini didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian PU, dengan pengawasan dan pelaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Ruas Jalan Landoh-Sekarsari telah terakomodasi dalam penganggaran tahun ini melalui Kementerian PU dengan nilai alokasi sebesar Rp15 Miliar. Fokus pengerjaan pada tahap ini akan meliputi jalur Landoh hingga Seren yang pelaksanaannya ditangani langsung oleh pusat,” jelas Nugroho dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan dilakukan secara berkelanjutan. Untuk segmentasi jalan dari Seren hingga Sekarsari, direncanakan akan diusulkan atau dilaksanakan pada tahap berikutnya sesuai dengan skala prioritas dan teknis di lapangan.
Dampak Sektor Pertanian dan Ekonomi
Kabar realisasi perbaikan ini disambut positif oleh sektor basis di Kecamatan Sumber. Tumijan, seorang petani tembakau asal Desa Grawan, menyatakan bahwa perbaikan akses jalan merupakan kebutuhan mendesak bagi efisiensi distribusi hasil panen.
“Infrastruktur yang memadai adalah urat nadi bagi kami. Dengan kondisi jalan yang baik, risiko kerusakan komoditas saat pengangkutan dan biaya operasional dapat ditekan secara signifikan,” ujar Tumijan.
Pemeliharaan Jalan Desa Cendono
Di sisi lain, DPU Taru Kabupaten Rembang juga memberikan atensi terhadap kerusakan jalan di Desa Cendono. Namun, Nugroho menekankan bahwa pengerjaan di titik tersebut masih harus mempertimbangkan faktor klimatologi.
“Terkait pemeliharaan jalan di Desa Cendono, kami sedang menunggu kondisi cuaca yang kondusif. Hal ini krusial agar hasil pengerjaan konstruksi aspal memiliki kualitas yang maksimal dan daya tahan yang lama,” pungkasnya.
Katalisator Ekonomi Pedesaan
Melalui alokasi Inpres Jalan Daerah senilai Rp15 Miliar ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap peningkatan kualitas akses transportasi tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan serta penguatan daya saing produk pertanian lokal di pasar yang lebih luas.












