Foto: Kondisi Sampah yang berserakan di Taman Kartini Rembang. (Lp3tv/Soleh)
REMBANG, Lp3tv.com – Di balik hidupnya kembali Taman kartini pemandangan sampah di sepanjang tepi pantai tuai kritikan pengunjung yang datang. Sangat di sayangkan Kata itulah yang barangkali paling tepat untuk menggambarkan kondisi terkini Taman Kartini Rembang. Objek wisata yang seharusnya menjadi “permata” di pesisir pantai rembang Jawa Tengah.
Nampak beberapa fasilitas masih mengalami kerusakan yang cukup parah.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Minggu (29/03/2026), pemandangan asri laut utara yang biasanya menenangkan kini terdistorsi oleh tumpukan sampah yang mengular di sepanjang pesisir pantai.

Tumpukan limbah plastik, ranting – ranting kayu yang berserakan tak beraturan. Juga sisa – sisa makanan yang mulai membusuk dan menebar aroma tidak sedap.
Kondisi ini diperparah dengan fasilitas penunjang yang tampak terbengkalai. Kesan terbengkalai yang cukup lama dan tidak terawat seolah menggantikan citra Taman Kartini yang dulunya selalu menjadi pusat keramaian, terutama saat momen tradisi Lebaran Ketupat.
Kritikan yang di lontarkan oleh salah satu pengunjung yang datang dengan harapan bisa bernostalgia,Jambul Sugito (48), warga Desa Tlogo Tunggal, Kecamatan Kaliori.

Ia yang datang memboyong keluarganya melihat kondisi taman saat ini sangat kecewa.
“Sangat miris melihatnya, Dulu waktu saya kecil, Taman Kartini ini tempat paling keren di Rembang. Sekarang jangankan mau duduk santai, mau jalan saja rasanya tidak nyaman karena sampah di mana-mana. Sayang sekali, ikon kota kok jadi seperti TPA darurat begini,” keluh pria yang akrab disapa Mas Jambul tersebut.
Nada serupa juga datang dari Mbak Lita, seorang aktivis dari Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang, yang kebetulan sedang berada di lokasi. Ia menilai ada masalah serius dalam manajemen pengelolaan dan rendahnya kesadaran lingkungan di area tersebut.
Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan, citra pariwisata Rembang di mata prngunjung luar daerah akan jatuh.
“Harusnya ini jadi wajah Kota Rembang. Kalau kotor begini, wisatawan luar pasti kapok. Perlu ada tindakan tegas dan perbaikan manajemen total agar pesona Taman Kartini kembali pulih,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menaruh harapan besar pada Pemerintah Daerah dan dinas terkait. Revitalisasi yang selama ini digaungkan diharapkan tidak hanya sekadar wacana di atas kertas, tetapi juga bisa menyentuh aspek kebersihan dan perawatan berkelanjutan.
Jika tak segera dibenahi, bukan tidak mungkin objek wisata sejarah yang melegenda ini akan benar-benar kehilangan “Legendanya” dan ditinggalkan sepenuhnya oleh pengunjung.




