Foto: Peresmian jembatan gantung penghubung Rembang yang menuju pati.(Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv. Com – Sebuah penantian panjang warga di perbatasan Kabupaten Rembang dan Pati akhirnya terbayar tuntas. Sinergi antara TNI dan masyarakat berhasil mewujudkan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, sebuah infrastruktur vital yang kini berdiri kokoh menghubungkan Dukuh Semen (Desa Sekarsari, Sumber, Rembang) dengan Desa Manjang (Jaken, Pati).
Peresmian jembatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang, Letkol ARM Winner Fradana Dieng, didampingi jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan titik awal dari Program 200 Titik Jembatan Garuda yang dicanangkan untuk membuka akses wilayah terisolir di Indonesia.

Sebelum jembatan ini berdiri, warga bertaruh nyawa melintasi jembatan bambu darurat yang kerap hancur diterjang banjir Sungai Randu Gunting. Mobilitas ekonomi dan pendidikan seringkali lumpuh total saat musim penghujan tiba.
“Laporan bermula dari Babinsa, lalu naik ke pusat. Sesuai instruksi Bapak Presiden, Bapak Prabowo, dan program Bapak Kasad, kami hadir untuk merealisasikan jembatan ini. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat,” tegas Letkol ARM Winner.
Jembatan ini dibangun dengan sistem padat karya yang melibatkan kemanunggalan TNI dan warga.

Menariknya, terdapat penyesuaian teknis demi menjawab kebutuhan lokal, bentang panjang 70 Meter di atas Sungai Randu Gunting dengan lebar ekstra ditingkatkan menjadi 150 cm (dari rencana awal 120 cm) agar motor pengangkut keranjang dagangan (bronjong) bisa melintas dengan aman.
Proses penarikan kabel seling baja dilakukan secara gotong royong pada malam hari setelah ibadah tarawih untuk mengejar target penyelesaian.
Keberadaan jembatan ini memangkas waktu tempuh secara drastis. Jika sebelumnya warga harus memutar berkilo-kilometer, kini akses antar-kabupaten hanya memakan waktu hitungan menit.
Dampak positif pedagang pasar kini lebih cepat mendistribusikan barang dagangan, Dalam hal pendidikan anak sekolah tidak lagi khawatir terlambat atau terjebak arus sungai, Kini dalam kegiatan sosial mempermudah akses warga yang hendak mengaji atau bersilaturahmi antar-desa.

Rasa haru terpancar dari wajah Mbah Sukiyem, warga Dusun Semen. “Kami sangat berterima kasih telah selesainya pembangunan jembatan gantung didesa kami. Sekarang kalau mau ke desa sebelah tidak perlu berputar jauh lagi dan terimakasih pula atas bingkisan sembakonya dari bapak TNI,” ungkapnya berkaca-kaca.
Jembatan di Desa Sekarsari ini merupakan proyek pertama di Rembang, namun dipastikan bukan yang terakhir. Dandim mengungkapkan bahwa target selanjutnya adalah pembangunan di Dusun Kandangsapi, Kecamatan Sumber.
“Kami berencana membangun setidaknya satu jembatan setiap bulan. Pesan saya, mari kita pelihara bersama aset ini. TNI akan terus mendampingi dalam pemeliharaan agar manfaatnya dirasakan anak cucu kita nanti,” pungkas Letkol ARM Winner.












