Foto: Longsor di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori. (Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.Com – Alarm kewaspadaan tinggi kini berbunyi di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori. Seiring dengan intensitas hujan yang tak kunjung reda, fenomena alam mengerikan berupa pergerakan tanah masif dilaporkan terus meluas di wilayah RT 02 / RW 01. Tanah yang dulunya stabil, kini perlahan “ditelan” bumi dengan kedalaman longsoran yang telah mencapai angka kritis: 3 meter.
Kondisi ini bukan sekadar retakan biasa. Kedalaman 3 meter mencerminkan struktur tanah yang sudah sangat labil, mengancam fondasi kehidupan warga di sekitarnya.
Peninjauan Tanpa Kepastian
Merespons situasi darurat ini, jajaran Forkopimcam Kaliori bersama BPBD Kabupaten Rembang, PMI, dan dinas teknis terkait telah turun gunung ke lokasi bencana. Mereka melakukan asesmen, memetakan risiko, dan melihat langsung luka di permukaan tanah Dusun Gobok.

Namun, kehadiran tim gabungan tersebut rupanya belum membawa “angin segar” berupa solusi konkret bagi pemerintah desa dan warga setempat.
”Pihak Forkopimcam, BPBD, PMI, hingga dinas terkait memang sudah meninjau dan melihat sendiri kondisi kami. Namun, jujur saja, sampai saat ini kami masih menggantung. Belum ada jawaban pasti mengenai langkah teknis apa yang akan diambil ke depannya,” ungkap Sumijan, Kepala Dusun Gunungsari, dengan nada penuh harap.
Struktur tanah di wilayah Kaliori dilaporkan semakin jenuh air akibat guyuran hujan deras yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Tanpa adanya mitigasi permanen—seperti pembangunan talud atau dinding penahan tanah (bronjong)—jarak longsoran 3 meter ini diprediksi akan terus bertambah, mengepung pemukiman warga.
Ketidakpastian ini memicu trauma tersendiri bagi warga. Setiap kali mendung menggelap dan hujan turun di malam hari, warga di zona merah terjaga dari tidurnya, khawatir tanah di bawah kaki mereka bergeser saat mereka terlelap.
Menyadari alam yang kian sulit diprediksi, Sumijan memberikan peringatan keras kepada warganya. Ia meminta masyarakat tidak berkompromi dengan keselamatan.
- Waspada Retakan Baru: Warga diminta segera melapor jika melihat celah tanah sekecil apa pun.
- Evakuasi Mandiri: Jika pergerakan tanah terasa atau suara gemuruh terdengar, warga diinstruksikan segera menjauh dari lokasi.
- Prioritas Keselamatan: “Kami berpesan, tolong selalu berhati-hati. Segera menjauh jika ada tanda pergerakan susulan, karena itu sangat membahayakan nyawa,” tegas Sumijan.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Rembang. Masyarakat Desa Gunungsari menanti keputusan strategis—bukan sekadar peninjauan lapangan. Mereka membutuhkan konstruksi fisik yang nyata untuk membendung longsoran sebelum kerugian material semakin membengkak atau, yang paling dikhawatirkan, jatuhnya korban jiwa.












