Foto: Pedagang takjil di depan Balai Desa Maguan. (Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.Com – Suasana syahdu menyelimuti hari pertama Ramadan 1447 H di Kabupaten Rembang, Kamis (19/2/2026). Meskipun langit mendung dan rintik gerimis tipis membasahi bumi sejak siang hari, antusiasme masyarakat untuk berburu takjil di berbagai sudut kota tetap tidak terbendung.
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah sentra kuliner dadakan di Desa Maguan, Kecamatan Kaliori. Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan lapak pedagang yang menyajikan aneka penganan berbuka mulai dipadati pengunjung sejak pukul 15.00 WIB. Aroma gurih gorengan yang baru diangkat dari penggorengan seolah menjadi penawar hawa dingin yang dibawa rintik hujan.
Menariknya, cuaca yang cenderung sejuk akibat mendung rupanya memengaruhi pola konsumsi masyarakat pada awal Ramadan tahun ini. Jika biasanya minuman es menjadi incaran utama, kali ini aneka kudapan hangat justru mencuri panggung di meja-meja pedagang.

Nono, salah satu pedagang takjil asal Desa Maguan, mengaku kewalahan melayani pesanan yang datang silih berganti. Baginya, cuaca mendung justru membawa berkah tersendiri bagi dagangannya yang didominasi oleh gorengan dan lauk pauk matang.
”Meskipun sempat gerimis, pengunjung tetap ramai. Sejak pukul tiga sore tadi saya belum berhenti menggoreng. Sepertinya karena suasana agak dingin, orang-orang justru mencari yang hangat-hangat untuk membatalkan puasa,” ujar Nono sembari cekatan melayani pelanggan.
Selain gorengan favorit seperti bakwan, mendoan, dan tahu isi, Nono menyebutkan bahwa menu lauk pauk siap saji juga laku keras. Banyak warga yang memilih cara praktis untuk menyiapkan hidangan berbuka bagi keluarga di rumah.
Meski gorengan merajai permintaan, dahaga setelah seharian berpuasa tetap membuat minuman manis tidak kehilangan pesonanya. Nono menambahkan bahwa es buah produksinya tetap memiliki penggemar setia.
”Es buah masih tetap dicari. Mungkin sudah menjadi tradisi masyarakat kita, berbuka itu identik dengan yang manis dan segar, meskipun cuaca sedang tidak terik,” imbuhnya dengan senyum sumringah.
Fenomena ramainya pasar takjil di Desa Maguan membuktikan bahwa momentum Ramadan selalu berhasil menjadi penggerak roda ekonomi mikro. Lokasi yang strategis dan variasi menu yang lengkap menjadikan Maguan salah satu destinasi favorit warga sekitar untuk “ngabuburit”.
Warga tampak antusias pulang membawa kantong-kantong berisi kudapan, bersiap menikmati momen berbuka puasa pertama bersama keluarga di tengah suasana Rembang yang masih diselimuti mendung tipis.
Guna menjaga kenyamanan bersama, pemerintah desa setempat mengimbau para pedagang dan pembeli untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di area pasar kaget tersebut. Hal ini diharapkan agar kekhusyukan dan keindahan bulan suci tetap terjaga di tengah keriuhan aktivitas masyarakat.












