Foto: Kegiatan panen raya dan percepatan tanam di Mojorembun Rembang. (Lp3tv/Admin).
REMBANG, Lp3tv.Com – Pemerintah Kabupaten Rembang mengambil langkah strategis untuk memitigasi anjloknya harga komoditas pertanian saat musim panen raya. Dalam kegiatan Panen Raya Padi MT 1 di Desa Mojorembun, Kamis (12/2/2026), Bupati Rembang, H. Harno, S.E., mengumumkan komitmen pemerintah daerah untuk menghibahkan lahan seluas 5 hektare guna pembangunan infrastruktur pascapanen modern oleh Perum Bulog.
Langkah ini diambil menyusul laporan mengenai merosotnya harga jagung di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Gunem dan Desa Jukung, yang menyentuh angka Rp3.500 per kilogram.
Bupati Harno menegaskan bahwa kehadiran fasilitas pengolahan dari Bulog akan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah stabilitas harga. Dengan adanya pusat pengolahan, hasil panen petani lokal dapat diserap, disimpan, dan dikelola secara profesional di dalam daerah.
“Pemerintah Kabupaten Rembang hadir dengan menghibahkan tanah 5 hektare untuk Bulog. Kami berharap dengan adanya program hilirisasi ini, Bulog bisa segera beroperasi di Rembang sehingga hasil panen petani, terutama jagung yang harganya sedang turun, bisa tertampung dengan harga yang layak,” ujar Harno.

Selain fokus pada pangan, Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Rembang telah menghibahkan 6 hektare lahan di Kecamatan Sulang untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Proyek di bawah Kementerian Sosial tersebut saat ini dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pertengahan tahun ini untuk memfasilitasi pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Merespons kesiapan lahan tersebut, Pimpinan Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany, memaparkan rencana pembangunan fasilitas Silo berkapasitas 9.000 ton dan Corn Drying Center (CDC) atau sentra pengeringan jagung.
Teknologi ini dirancang untuk menjaga kualitas Gabah Kering Giling (GKG) agar tetap segar saat diproses menjadi beras medium maupun premium. Sementara untuk komoditas jagung, keberadaan mesin pengering (dryer) menjadi kunci utama peningkatan nilai tukar petani.

“Harga jagung di tingkat petani sering rendah karena kendala kadar air, apalagi saat musim hujan. Dengan fasilitas pengeringan ini, kadar air bisa diturunkan sesuai standar pemerintah. Jika kualitasnya terjaga, Bulog bisa menyerap jagung pipil kering dengan harga standar pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram,” jelas Meitha.
Bupati Harno telah mengidentifikasi lahan milik Pemkab di area belakang Gedung Olahraga (GOR) Rembang, berdekatan dengan Kampus Undip, sebagai lokasi pembangunan. Area tersebut memiliki luas total sekitar 15 hektare, sehingga sangat mencukupi kebutuhan minimal 5 hingga 7 hektare yang diminta Bulog.

“Lokasinya strategis dengan aksesibilitas yang baik, bisa melalui Jalan Desa Kerep maupun jalur utama. Kami akan segera memproses administrasinya agar pembangunan fisik dapat dilaksanakan oleh Bulog pada tahun 2026 ini,” tambah Bupati.
Jeritan Petani dan Harapan Stabilitas Harga
Sebelumnya, merujuk laporan lapangan, petani di Desa Jukung mengeluhkan penurunan harga jagung dari Rp4.400 menjadi Rp3.500 per kilogram. Selisih Rp900 tersebut dirasa sangat memukul pendapatan petani di tengah melimpahnya stok.
Kehadiran gudang modern dengan fasilitas pengering diharapkan dapat memutus ketergantungan petani pada tengkulak dan memastikan komoditas mereka tetap laku terjual dengan harga yang kompetitif meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem.












