Foto: Kondisi terkini jembatan penghubung Dusun Deresan menuju Desa Manjang (Lp3tv/Admin).
REMBANG, Lp3tv.com – Harapan warga di wilayah perbatasan Rembang dan Pati untuk mendapatkan akses transportasi yang layak akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) resmi mengalokasikan anggaran besar tahun ini untuk memperbaiki infrastruktur jembatan yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.
Fokus utama perbaikan menyasar pada dua titik krusial: Jembatan Dusun Deresan (Desa Sekarsari) yang saat ini terputus, serta Jembatan Slebur (Desa Jatihadi) yang mengalami kerusakan. Keduanya merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Kabupaten Rembang menuju Kabupaten Pati.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menegaskan bahwa proses perbaikan ini menjadi prioritas pembangunan tahun 2026.
Langkah ini diambil guna menjawab keluhan masyarakat yang kesulitan bermobilitas akibat terputusnya akses jalan.
“Jembatan penghubung yang ada di Dusun Deresan menuju Desa Manjang akan segera diperbaiki tahun ini. Besar anggarannya sekitar Rp300 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelas Nugroho saat dikonfirmasi lewat chat WA Saptu (31/1/2026).
Perbaikan tidak hanya berhenti di satu titik saja. Selain akses Deresan-Manjang yang sempat lumpuh, jembatan strategis lainnya di Desa Jatihadi juga masuk dalam daftar pengerjaan tahun ini.
Jembatan Slebur yang menghubungkan Jatihadi menuju wilayah Pati tersebut diketahui mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan bagi pengendara.
“Tak hanya di Dusun Deresan mas untuk perbaikan jembatan, di Desa Jatihadi juga tahun ini akan segera diperbaiki dengan anggaran sama, yakni 300 juta rupiah,” tambah Nugroho.

Kabar ini disambut antusias oleh warga sekitar. Sebagaimana diketahui, terputusnya jembatan di Dusun Deresan, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, selama ini memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lama.
Dengan total alokasi anggaran mencapai Rp600 juta untuk kedua jembatan tersebut, diharapkan memudahkan petani dan pedagang membawa hasil bumi antar kabupaten serta meminimalisir risiko kecelakaan akibat struktur jembatan Slebur yang rusak.
Pihak DPUTaru berharap proses pengerjaan nantinya dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca yang berarti, sehingga masyarakat bisa segera menikmati fasilitas jembatan yang kokoh dan aman dalam waktu dekat.












