Foto: Kondisi Rumah warga Dusun Gobok Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori.(Lp3tv/Admin)
REMBANG, Lp3tv.com – Kecemasan mendalam menyelimuti warga Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Fenomena tanah gerak yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026 kian mengkhawatirkan. Tak hanya merusak infrastruktur jalan, bencana ini mengancam keselamatan warga setelah sejumlah rumah dilaporkan nyaris ambruk dengan kondisi lantai yang amblas sangat dalam.
Salah satu titik terparah berada di kediaman Darto, warga RT 02/RW 01 Dusun Gobok. Sejak Jumat, 16 Januari 2026, kondisi rumahnya terus memburuk akibat longsoran tanah di area sekitar bangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memilukan sekaligus mengerikan; dinding rumah retak menganga dan struktur bangunan tampak miring ekstrem.

“Rumah bagian belakang nyaris ambruk, Mas. Lantainya turun (amblas) hingga satu meter. Kondisinya sekarang sudah miring sekali,” ungkap Darto dengan raut wajah penuh kecemasan saat ditemui di lokasi, Sabtu (24/1/2026).
Hingga saat ini, Darto dan keluarganya terus dibayangi rasa takut. Pasalnya, tanah di bawah hunian mereka masih bersifat labil dan terus menunjukkan pergerakan. Setiap kali hujan turun, kekhawatiran akan robohnya bangunan kian memuncak.
Melihat kondisi yang kian kritis, sejumlah pihak telah turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan. Perangkat Desa Gunungsari, relawan PMI, hingga Camat Kaliori telah mendatangi lokasi terdampak untuk mendata kerusakan dan memberikan dukungan moril kepada warga.

Darto mengakui bantuan koordinasi sudah berjalan, namun ia berharap aksi nyata segera dilakukan sebelum rumahnya benar-benar rata dengan tanah.
“Kemarin dari pihak perangkat desa, PMI, hingga Camat juga meninjau lokasi. Kami berharap segera ada penanganan dari pihak terkait, karena kami khawatir tanah masih terus mengalami penurunan sampai hari ini,” harapnya.
Bencana ini ternyata tidak hanya menyasar pemukiman. Berdasarkan pantauan media di lapangan, akses jalan di Desa Gunungsari kembali mengalami kerusakan parah. Jalan kabupaten yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut amblas untuk kesekian kalinya.

Padahal, dinas terkait dari Pemerintah Kabupaten Rembang tercatat sudah berkali-kali melakukan perbaikan di titik tersebut. Namun, kuatnya tekanan dan pergeseran tanah membuat:
Pondasi beton penahan jalan hancur dan ambruk.

Badan jalan amblas hingga menciptakan lubang dan patahan yang membahayakan pengendara.potensi longsor susulan yang sewaktu-waktu dapat memutus total akses transportasi.
Kondisi ini menuntut penanganan teknis yang lebih permanen dan komprehensif, mengingat struktur tanah di wilayah Gunungsari tampaknya sangat rentan terhadap fenomena geologi ini.
Warga kini hanya bisa bersiaga sembari menanti langkah konkret dari pemerintah kabupaten guna menghindari jatuhnya korban jiwa.












