Daerah  

Puncak Musim Hujan, BPBD Rembang Pastikan Kesiapan Personel dan Logistik 24 Jam

Foto: BPBD Rembang menerjunkan eskavator untuk bersihkan tumpukan sampah di aliran sungai bawah Jembatan Turut, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, belum lama ini (Lp3tv/Admin).


REMBANG, Lp3tv.Com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul tingginya intensitas curah hujan di awal tahun 2026. Seluruh sumber daya, mulai dari logistik dasar hingga peralatan kedaruratan, dipastikan dalam kondisi siaga dan mencukupi untuk penanganan darurat.

Langkah kesiapsiagaan ini diambil sebagai tindak lanjut atas peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan Januari sebagai periode puncak musim penghujan. Kondisi tersebut berpotensi memicu kerawanan banjir serta tanah longsor di sejumlah titik di wilayah Rembang.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk berada dalam status siaga guna memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat di lapangan.

“Curah hujan masih cukup tinggi dan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Karena itu, kami memastikan kesiapan personel, ketersediaan logistik, dan kelaikan peralatan kedaruratan tetap aman serta siap dikerahkan sewaktu-waktu,” tegas Sri Jarwati pada Selasa (13/1/2026).

Sri Jarwati merinci bahwa stok kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, hingga perlengkapan evakuasi masih dalam kategori aman. Tenda-tenda pengungsian dan peralatan teknis penanganan bencana juga telah diperiksa fungsinya agar tidak terkendala saat dibutuhkan.

Guna memperkuat ketahanan stok, BPBD Rembang secara proaktif telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tingkat provinsi. Apabila eskalasi bencana meningkat dan dibutuhkan dukungan tambahan, kami siap menarik bantuan guna memperkuat stok logistik yang ada,” tambahnya.

Selain kesiapan fisik, BPBD juga memperkuat jaringan koordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sebagai bentuk pelayanan optimal, personel BPBD disiagakan selama 24 jam penuh.

Berdasarkan catatan statistik, selama periode 8 hingga 11 Januari 2026, BPBD telah berhasil menangani serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa titik. Seluruh perkembangan penanganan tersebut telah dilaporkan secara berkala kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang melalui nota dinas resmi.

Pemerintah Kabupaten Rembang melalui BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.

Masyarakat diharapkan segera menghubungi pusat komando BPBD atau perangkat desa setempat apabila mendapati tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing untuk penanganan dini yang lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *