Foto: Posko siaga Kelistrikan (Lp3tv.com/Admin)
REMBANG, Lp3tv.Com – Memasuki pengujung tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rembang memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas energi nasional. Guna memastikan masyarakat dapat merayakan momen religius dan pergantian tahun dengan nyaman, PLN resmi menetapkan masa Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi potensi kenaikan beban listrik serta memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima di tengah tingginya aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Rembang.
Manajemen PLN ULP Rembang telah memetakan titik-titik prioritas yang menjadi fokus pengamanan pasokan listrik. Skala prioritas utama diberikan kepada gereja-gereja yang menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal guna menjamin kekhusyukan umat kristiani.

Selain tempat ibadah, pengamanan ketat juga menyasar kantor instansi pelayanan publik, rumah sakit, serta pusat keramaian dan objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur akhir tahun.
Manager PLN ULP Rembang, D. Jati Kuncahyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan dalam memberikan pelayanan. Sebanyak 64 personel siaga telah disiagakan di berbagai posko untuk merespons cepat setiap potensi gangguan.
“Kesiapan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan pelayanan kelistrikan yang andal dan aman bagi masyarakat Kabupaten Rembang. Momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun memiliki karakteristik konsumsi listrik yang tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Jati Kuncahyo dalam keteranganya.
Untuk mendukung mobilitas personel di lapangan, PLN ULP Rembang turut menyiagakan armada tempur yang terdiri dari:
6 unit mobil operasional untuk penanganan teknis skala menengah.
3 unit sepeda motor Unit Reaksi Cepat (URC) guna menembus kemacetan atau medan sulit di wilayah pelosok.
Peralatan pendukung lengkap serta ketersediaan material cadangan di gudang logistik.
Sebelum masa siaga dimulai, tim teknis PLN telah melakukan serangkaian pemeliharaan preventif (preventive maintenance), mulai dari perabasan pohon yang mendekati kabel jaringan, pengecekan trafo distribusi, hingga pemantauan titik-titik sambungan yang rawan panas (thermal scan).
Hal ini dilakukan demi meminimalkan potensi gangguan teknis yang bersifat mendadak selama masa perayaan.
Selain kesiapan internal, PLN juga mengajak masyarakat Kabupaten Rembang untuk menjadi mitra dalam menjaga keandalan listrik.
Warga diimbau untuk menggunakan energi listrik secara bijak dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya listrik di lingkungannya, seperti kabel yang terkelupas atau dahan pohon yang mengenai jaringan.
“Kami memohon kerja sama masyarakat. Jika terjadi gangguan, mohon segera lapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi pusat pengaduan di nomor 123. Aplikasi PLN Mobile jauh lebih efisien karena laporan pelanggan akan langsung terintegrasi ke sistem monitor personel lapangan,” tambahnya.
Melalui persiapan matang dan koordinasi lintas sektoral, PLN ULP Rembang berharap seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 dan semarak Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, terang, dan lancar tanpa kendala kelistrikan yang berarti bagi masyarakat Bumi Kartini.












