Rembang Cetak Rekor Terendah Angka Kematian Ibu dan Bayi

Foto : Kepala DKK Rembang, Ali Syofi’i (Lp3tv.com/Admin)



REMBANG, LP3TV.Com – Pemerintah Kabupaten Rembang mencatatkan capaian bersejarah di sektor kesehatan sepanjang tahun 2025. Angka kematian ibu (AKI), bayi (AKB), dan balita menunjukkan tren penurunan signifikan, bahkan berpotensi menjadi yang terendah sepanjang sejarah kabupaten.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang hingga pertengahan Desember 2025, tercatat angka kematian sebagai berikut:
Kematian Ibu: 5 kasus (turun drastis dari rata-rata 13–14 kasus per tahun).
Kematian Bayi: 94 kasus (turun dari 125 kasus pada 2024).
Kematian Balita: 118 kasus (turun dari 142 kasus pada 2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i, menyatakan bahwa jika angka kematian ibu tetap bertahan di angka lima hingga tutup tahun, Rembang akan mengukir rekor baru.

“Jika angka ini bertahan hingga 31 Desember pukul 24.00, insyaallah ini akan menjadi rekor kematian terendah sepanjang sejarah Kabupaten Rembang,” ujar dr. Ali baru-baru ini.

Sempat mengalami kenaikan di awal tahun dengan 15 kasus kematian bayi pada Januari dan 14 kasus pada Februari, Dinkes Rembang segera melakukan evaluasi total. Penguatan koordinasi lintas tenaga kesehatan dilakukan melalui program TELPONI (Temokno, Laporno, Openi).

Melalui program ini, bidan desa dan tenaga medis melakukan komunikasi intensif untuk memantau ketat kondisi ibu hamil, ibu nifas, hingga bayi secara berkelanjutan. Hasilnya, sepanjang bulan Desember 2025, tercatat nol kasus kematian bayi.

Selain intervensi medis, dr. Ali menyebut peningkatan kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan anak turut berperan penting. Pola hidup bersih dan perhatian ekstra dari orang tua terhadap transmisi penyakit—belajar dari masa pandemi—menjadi faktor kunci menurunnya angka kematian balita.

Capaian positif ini diharapkan menjadi standar baru bagi layanan kesehatan di Kabupaten Rembang untuk tahun-tahun mendatang melalui kerja sama lintas sektoral yang lebih solid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *